Universitas Pertamina Siapkan “Talenta Hijau” untuk Energi Masa Depan

Jakarta|Sketsa-online.com – Universitas Pertamina (UPER) resmi meluncurkan Sustainability Center Universitas Pertamina (SUPER) pada Senin, 11 Agustus 2025, bertepatan dengan peluncuran Peta Jalan Net Zero Emissions (NZE) Pertamina. Pusat kajian ini digagas untuk mempercepat pencapaian NZE 2060 melalui kolaborasi antara akademisi, industri, dan pemerintah, dengan fokus pada riset terapan, pengembangan kurikulum sesuai kebutuhan industri, serta proyek lapangan yang menjembatani kesenjangan keterampilan.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, menegaskan bahwa komitmen perusahaan tidak sebatas pada ketahanan energi, tetapi juga penyediaan energi yang aman, bersih, dan terjangkau. “Sebagaimana kepolisian memiliki akademinya, Pertamina memiliki Universitas Pertamina untuk mencetak talenta berkualitas demi mendukung misi tersebut,” ujarnya.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, menilai pendirian SUPER sebagai langkah strategis menyiapkan pemimpin masa depan di sektor energi. “Melalui Universitas Pertamina akan lahir generasi berwawasan global, terampil dalam keberlanjutan, dan inovatif,” katanya.

Sejak mulai beroperasi pada Januari 2024, SUPER telah membukukan sejumlah capaian internasional. Di antaranya, pengembangan bahan bakar rendah karbon biodiesel B40, penyusunan kebijakan dan model bisnis carbon capture and storage (CCS), riset keberlanjutan, penyusunan peta jalan dekarbonisasi Pertamina Grup, hingga keterlibatan dalam SDG Hub Bappenas untuk merumuskan RPJPN 2025–2045. Kinerja ini diperkuat oleh keberadaan senior fellow yang terdiri dari pakar, akademisi, dan profesional global untuk merumuskan strategi keberlanjutan yang selaras dengan Asta Cita pembangunan nasional.

Tingginya kebutuhan keterampilan keberlanjutan (green skills) menjadi latar belakang lahirnya SUPER. Data LinkedIn Global Green Skills Report 2023 menunjukkan hanya satu dari delapan pekerja yang memiliki setidaknya satu green skill, sementara permintaan industri terus meningkat. Untuk menjawab tantangan tersebut, SUPER mengintegrasikan riset, kebijakan, dan program penyiapan talenta melalui Program Magister Sustainability UPER, sehingga pengembangan sumber daya manusia berjalan dari tahap riset hingga penerapan di lapangan.

Rektor UPER, Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menyebut SUPER memiliki tiga peran utama: pusat inventarisasi data dan rekomendasi berbasis SDGs, pusat riset isu keberlanjutan prioritas, serta pengintegrasi Tridarma Perguruan Tinggi dalam isu multidisiplin. “SUPER dirancang sebagai talent pipeline lintas sektor, sekaligus penggerak agenda keberlanjutan di tingkat nasional maupun global,” tegasnya.

Keunggulan SUPER juga ditopang oleh jejaring mitra internasional, seperti Yale University (AS), Bergen University (Norwegia), Kyushu University (Jepang), Tongji University (Tiongkok), dan University of Auckland (Selandia Baru). Mahasiswa tak hanya dibekali teori, tetapi juga berkesempatan memperoleh sertifikasi internasional seperti ISO 14064 (carbon counting) dan ISO 50001 (energy audit).

“Keberlanjutan mencakup dimensi teknologi, kebijakan, dan aspek sosial yang harus saling menopang untuk mencapai tujuan jangka panjang. UPER berkomitmen menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab tantangan tersebut,” tutup Prof. Wawan. (el’s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *