Depok | Sketsa-online.com – Jamaah haji kloter 12 JKS asal Kota Depok akhirnya dapat bernapas lega setelah pesawat yang membawa mereka kembali ke Tanah Air selamat dari ancaman teror bom.
Akibat situasi tersebut, pesawat melakukan pendaratan darurat di Bandara Kualanamu, Sumatra Utara, tanpa menimbulkan korban atau insiden berbahaya bagi para penumpang.
Setibanya di kediaman masing-masing, sebagian jamaah baru mengetahui bahwa pesawat yang mereka tumpangi sebelumnya sempat mendapat ancaman bom.
Informasi tersebut sengaja tidak disampaikan selama penerbangan untuk mencegah kepanikan di dalam kabin.
Menanggapi peristiwa tersebut, Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok sekaligus Sekretaris Komisi D, Siswanto, mengapresiasi langkah cepat aparat keamanan dalam menangani situasi darurat tersebut.
Ia juga menilai keputusan untuk tidak menginformasikan ancaman bom kepada jamaah selama penerbangan sebagai bagian dari prosedur mitigasi risiko.
“Langkah itu kemungkinan besar merupakan bagian dari protokol keamanan guna menghindari kepanikan yang justru bisa membahayakan keselamatan penumpang,” ujar Siswanto.
Namun demikian, Siswanto menegaskan pentingnya perhatian serius dari pemerintah terhadap kondisi psikologis jamaah usai kejadian tersebut.
Menurutnya, Kementerian Agama (Kemenag) perlu memberikan pendampingan psikologis kepada jamaah yang mengalami trauma.
“Kemenag harus aktif memantau dan memastikan kondisi psikologis para jamaah. Bila ditemukan indikasi trauma, perlu segera dilakukan pendampingan secara intensif dan menyeluruh,” tegasnya. (el”s15″)
