Depok | Sketsa-online.com – Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Turiman, menyatakan dukungan penuhnya terhadap rencana pembangunan stadion sepak bola bertaraf internasional di kawasan Tanah Merah, Cipayung.
Ia menilai proyek ini bukan sekadar fasilitas olahraga, tetapi investasi strategis yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal, khususnya sektor UMKM dan pariwisata.
“Ini bukan hanya soal olahraga, tapi juga investasi ekonomi yang akan berdampak luas, terutama bagi pelaku UMKM dan sektor wisata di Depok,” ujar Turiman saat ditemui, Jumat (4/7).
Menurutnya, keberadaan stadion berstandar internasional akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya dukungan infrastruktur penunjang agar manfaatnya bisa dirasakan secara maksimal.
“Akan ada peningkatan aktivitas ekonomi di sekitar stadion. Akses jalan diperbaiki, usaha warga bisa tumbuh, dan pariwisata lokal ikut terangkat,” katanya.
Pembangunan stadion direncanakan berdiri di atas lahan eks Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Proyek ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Wali Kota Depok, Supian Suri, dengan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Dody Hanggara, serta Ketua Umum PSSI, Erick Thohir.
Dalam pertemuan itu, disepakati penandatanganan nota kesepahaman (MoU) terkait pembangunan stadion dan sarana pendukungnya.
Turiman mengapresiasi langkah Wali Kota Depok yang dinilai responsif terhadap aspirasi warga dan komunitas sepak bola lokal. Ia menyebut, DPRD telah beberapa kali menerima aspirasi terkait kebutuhan stadion, dan pembangunan ini menjadi jawaban atas harapan tersebut.
“Kami mendengar langsung dari komunitas sepak bola yang ingin stadion berstandar nasional. Jadi, ketika rencana ini diwujudkan, tentu kami di DPRD mendukung penuh,” tegasnya.
Meski demikian, Turiman mengaku belum mendapat informasi teknis secara lengkap mengenai waktu pelaksanaan, lokasi pasti, serta sumber pendanaan proyek tersebut.
“Sampai sekarang belum ada kejelasan soal kapan mulai dibangun, titik lokasi pastinya di mana, dan dari mana dananya. Semua ini masih perlu dibahas lebih lanjut,” jelasnya.
Ia menambahkan, pembangunan stadion dimungkinkan menggunakan APBD jika termasuk dalam prioritas daerah. Namun, menurutnya, akan lebih ideal bila pendanaan berasal dari pemerintah pusat atau skema kerja sama, agar tidak membebani anggaran daerah.
“Yang penting tidak membebani APBD. Kalau bisa didanai lewat pusat atau lewat kerja sama, itu tentu lebih baik,” ujarnya.
Turiman berharap proyek ini segera direalisasikan dengan perencanaan yang matang dan tepat sasaran, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat Kota Depok. (el’s)
