Dinkes Kota Depok Gelar Sosialisasi KTR, dr. Faika : Peran Penting Keluarga Ciptakan Generasi Sehat Bebas Rokok

Depok | Sketsa-online.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok melalui Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat menggelar giat sosialisasi Kawasan Tanpa Rokok (KTR) pada Rabu (16/4/2025) di RW 22, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota (Pemkot) Depok untuk melindungi anak-anak dan remaja dari paparan asap rokok serta mencegah mereka menjadi perokok pemula.

Dari pantauan di lokasi, terlihat hadir Kepala UPT. Puskesmas Abadijaya, Perwakilan Sekretaris Lurah Abadi jaya. ketua RW./ RT. Karang taruna, Ibu- Ibu Posyandu, Tokoh-tokoh Masyarakat dan Agama serta.

Mewakili Dinas Kesehatan Kota Depok, dr. Faika Rachmawati menekankan pentingnya peran keluarga dalam menciptakan generasi emas yang sehat dan bebas rokok.

“Rokok memang tidak langsung membunuh, tapi dampaknya akan terasa 10–20 tahun ke depan. Jika anak-anak mulai merokok sekarang, saat dewasa mereka berisiko sakit dan sulit mendapatkan pekerjaan,” ujar dr. Faika

Selain memaparkan peran keluarga, sosialisasi ini juga menjadi ajang untuk menyampaikan pentingnya penerapan Peraturan Daerah (Perda) Kota Depok No. 2 Tahun 2020, yang merupakan perubahan dari Perda No. 3 Tahun 2014 tentang Kawasan Tanpa Rokok. Dalam Perda tersebut, ditetapkan tujuh kawasan yang harus bebas dari asap rokok:

1. Fasilitas pelayanan kesehatan;
2. Tempat proses belajar mengajar;
3. Tempat anak bermain;
4. Tempat ibadah;
5. Angkutan umum;
6. Tempat kerja;
7. Tempat umum lainnya seperti hotel, mal, dan restoran.

Masyarakat diimbau untuk tidak merokok di area tersebut, serta tidak merokok di depan anak-anak dan tidak membuang puntung rokok sembarangan demi menjaga kebersihan lingkungan.

Sebagai wujud nyata dari penerapan Perda, Dinkes juga mendorong pembentukan Kampung Tanpa Rokok (KTR) di tingkat RW. Langkah ini bertujuan membangun komitmen kolektif masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.

Tak hanya sosialisasi, Dinkes juga menyediakan layanan konseling berhenti merokok di puskesmas bagi warga yang ingin lepas dari ketergantungan.

Layanan ini bersifat pribadi dan dilakukan secara bertahap, mulai dari pemahaman alasan merokok hingga strategi pengurangan konsumsi.

Harapannya, upaya ini dapat mendorong perubahan perilaku masyarakat menuju lingkungan yang lebih sehat, aman dan nyaman khususnya bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa. (el’s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *