Jakarta | Sketsa-online.com – Universitas Pertamina (UPER) menjadi perguruan tinggi pertama di Jakarta yang mengadopsi teknologi Johkasou, sistem pengolahan air limbah domestik asal Jepang. Inovasi ini terwujud melalui kerja sama dengan PT Daiki Axis Indonesia, anak perusahaan Daiki Axis Co., Ltd., yang menghibahkan fasilitas Sewage Treatment Plant (STP) berbasis Johkasou kepada UPER.
Ketua Daiki Axis Co., Ltd., Hiroshi Ogame, menuturkan kolaborasi ini tidak hanya menghadirkan teknologi pengolahan air modern, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan di kalangan generasi muda.
“Melalui kerja sama ini, kami ingin menanamkan pentingnya pelestarian lingkungan demi masa depan air yang lebih bersih dan berkelanjutan,” ujarnya saat seremoni penandatanganan hibah di Jakarta, Selasa (1/7/2025).
Teknologi Johkasou bekerja layaknya “perut buatan” yang memanfaatkan mikroorganisme untuk mengurai pencemar. Proses dimulai dengan pemisahan kotoran padat, dilanjutkan penguraian limbah organik oleh bakteri baik dengan bantuan suplai oksigen, dan diakhiri klorinasi serta pemeriksaan kualitas efluen. Air hasil olahan memenuhi baku mutu sesuai Permen LHK No. P.68 Tahun 2016 jernih, bebas bau, dan aman bagi lingkungan.
Mampu menghilangkan hingga 90 persen polutan tanpa memerlukan lahan luas, teknologi ini cocok untuk kawasan padat seperti kampus, rumah sakit, sekolah, hingga permukiman perkotaan.
Rektor UPER, Prof. Dr. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., menegaskan bahwa pembangunan STP ini merupakan wujud nyata komitmen kampus terhadap prinsip berkelanjutan.
“Penerapan Johkasou selaras dengan visi kami menggabungkan pendidikan, riset, dan keberlanjutan lingkungan,” ungkapnya.
Selain menjadi solusi teknis, fasilitas Johkasou akan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran langsung bagi mahasiswa, khususnya di Program Studi Teknik Lingkungan. UPER juga membuka peluang magang di kantor Daiki Axis di Indonesia maupun Jepang, serta kesempatan kerja bagi lulusan di industri pengelolaan limbah.
Data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menunjukkan hanya 11,8 persen rumah tangga di Indonesia yang memiliki akses pengolahan limbah domestik layak. Kehadiran Johkasou di UPER diharapkan menjadi contoh nyata penerapan solusi ramah lingkungan di sektor pendidikan.
Informasi lebih lanjut mengenai program studi dan pendaftaran mahasiswa baru dapat diakses melalui pmb.universitaspertamina.ac.id. (el’s)







Komentar