Depok|Sketsa-online.com – Suasana SMAN 3 Depok pada Rabu (30/7) tampak berbeda dari biasanya. Lebih dari 400 siswa kelas XII antusias mengikuti program Imigrasi Goes to School yang digelar oleh Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Depok.
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman tentang tugas dan fungsi keimigrasian serta memperkenalkan peluang pendidikan melalui jalur sekolah kedinasan, seperti Politeknik Imigrasi (Poltekim).
Acara berlangsung di lapangan sekolah dan dipandu langsung oleh tim Imigrasi Depok yang terdiri atas Kepala Subbagian Diseminasi Informasi, staf teknis, serta tiga alumni sekolah kedinasan yang kini mengabdi sebagai aparatur sipil negara.
Mereka berbagi informasi, pengalaman, serta motivasi seputar dunia keimigrasian dan proses seleksi masuk sekolah kedinasan.
Sesi demi sesi berjalan interaktif dan meriah. Mulai dari pemaparan materi, tanya jawab, hingga kuis edukatif, seluruhnya disambut dengan antusias oleh para siswa. Beberapa peserta yang aktif bertanya bahkan mendapatkan hadiah sebagai bentuk apresiasi.
Kepala Kantor Imigrasi Kelas I Non-TPI Depok, Irvan Triansyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa dunia keimigrasian bukan sekadar soal paspor dan visa, melainkan mencerminkan nilai integritas, pengabdian, dan kesempatan berkarier secara profesional.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan gambaran nyata bahwa dunia keimigrasian bukan hanya soal paspor dan e-visa, tetapi juga menyangkut pengabdian, integritas, dan peluang membangun karier melalui jalur kedinasan,” ujarnya.
Lebih lanjut, Irvan juga menegaskan bahwa kesempatan menjadi bagian dari Imigrasi terbuka luas bagi para siswa SMA yang memiliki semangat belajar dan dedikasi tinggi.
“Kami ingin siswa tahu sejak dini bahwa mereka memiliki peluang besar untuk bergabung menjadi insan Imigrasi yang profesional,” imbuhnya.
Kegiatan tersebut disambut hangat oleh para siswa. Mereka tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga berkesempatan berdialog langsung dengan para taruna berseragam dinas yang tampil rapi dan penuh wibawa, menciptakan kesan mendalam.
Humas SMAN 3 Depok, Ella, mengapresiasi pelaksanaan program ini. Ia menyebut kegiatan ini sebagai pengalaman baru yang memberikan pengaruh positif bagi siswa.
“Siswa sangat antusias karena bisa bertatap muka dan bertanya langsung. Biasanya kegiatan seperti ini hanya menghadirkan alumni, tapi kali ini ada taruna berseragam dinas. Ini luar biasa,” ujarnya.
Ia berharap program serupa dapat diselenggarakan secara rutin dan diikuti oleh instansi kedinasan lainnya, agar siswa memiliki pemahaman yang lebih luas tentang berbagai jalur karier sejak dini.
“Saya berharap kegiatan seperti ini bisa dilakukan secara berkala, tidak hanya oleh Imigrasi, tapi juga oleh instansi kedinasan lainnya, agar siswa bisa menyesuaikan minat dan bakatnya sejak awal,” tambahnya.
Dilokasi yang sama, salah satu siswa kelas XII, Gideon Juan, mengaku kagum setelah melihat langsung para taruna yang hadir.
“Keren banget! Seragam mereka rapi dan ada pangkatnya. Kalau saya pakai itu, pasti terlihat keren juga,” katanya dengan semangat.
Senada dengan itu, Mikela Angela Dewi, siswa jurusan Kesehatan, merasa materi yang disampaikan sangat menarik dan mudah dipahami.
“Kegiatan ini dikemas dengan bagus. Penjelasan tentang seragam, tahapan seleksi, sampai program studi di Poltekim disampaikan dengan jelas, jadi kita tahu mana yang sesuai dengan minat dan jurusan kita,” pungkasnya.
Melalui kegiatan ini, Imigrasi Goes to School di SMAN 3 Depok membuktikan bahwa pendekatan langsung dari instansi pemerintah dapat menjadi sarana efektif untuk menginspirasi dan membekali generasi muda dalam merancang masa depan mereka sejak bangku sekolah. (el’s)






Komentar