Depok | Sketsa-online.com – Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sekaligus Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, melontarkan kecaman keras terhadap praktik pelanggaran hak buruh yang masih marak terjadi di Kota Depok.
Ia mendesak Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) segera mengambil langkah tegas untuk menyelesaikan persoalan tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Siswanto menyusul aksi demonstrasi sejumlah buruh yang menuntut pemenuhan hak-hak mereka. Menurutnya, hingga kini permasalahan ketenagakerjaan di Depok masih jauh dari kata tuntas.
Beberapa kasus bahkan mencuat ke publik, seperti sengketa karyawan Hotel Bumi Wiyata, pekerja perusahaan TikTok, hingga kasus terbaru yang menimpa karyawan PT. Poly Jaya Medical di Kalimulyo, Cilodong, Depok.
“Masalah buruh di Depok ini tidak sedikit. Disnaker harus bergerak cepat untuk menyelesaikannya,” tegas Siswanto, Senin (4/8).
Lebih lanjut ia memaparkan, laporan yang diterima pihaknya menunjukkan kondisi memprihatinkan. Ada pekerja yang hanya menerima upah Rp50.000 per minggu dengan status kerja tidak jelas. Situasi tersebut dinilai berpotensi memperburuk kesejahteraan pekerja dan keluarganya.
“Kita tidak bisa membiarkan buruh terus berjuang sendirian melawan perusahaan yang tidak memanusiakan pekerja. Disnaker wajib turun tangan untuk memediasi dan mencari solusi yang adil,” ujarnya.
Siswanto menegaskan bahwa Komisi D DPRD Depok akan mengawal proses mediasi tersebut secara ketat. Ia memastikan solusi yang dihasilkan harus berpihak kepada pekerja dan tidak merugikan hak-hak mereka.
“Kasihan jika buruh terus menghadapi masalah seperti ini tanpa keberpihakan pemerintah. Kami akan memastikan pengawasan berjalan ketat agar hasil mediasi benar-benar adil,” tutupnya. (el’s)







Komentar