Depok | Sketsa-online.com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-26 Kota Depok, Komunitas Kampoeng Kita Depok (K3D) akan mengadakan kontes dan pameran bonsai atau Festival Bonsai.
Pembina K3D, Sungkowo Pudjodinomo, menyampaikan bahwa kegiatan ini terbuka untuk umum dan akan menyediakan berbagai hadiah menarik.
“Festival Bonsai akan kami selenggarakan karena bonsai merupakan bagian dari lingkungan hidup, sekaligus termasuk dalam budaya, meskipun berasal dari Tiongkok,” ujar pria yang akrab disapa Pakde Bowo, Rabu (23/4/2025).
Dalam penyelenggaraannya, K3D berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok serta Kodim 0508. “Saat ini, Indonesia berada di peringkat ketiga dunia dalam seni bonsai, setelah Tiongkok dan Jepang,” jelasnya.
Ia pun menambahkan bahwa bonsai berperan penting dalam memperindah kota dan mendukung program penghijauan, sesuai imbauan Wali Kota.
Festival ini menargetkan 300 peserta. Penilaian dilakukan berdasarkan keindahan seni, bentuk, dan usia bonsai. Beberapa jenis yang dilombakan antara lain Santigi, Serut, dan Beringin.
“Akan ada tiga juri, baik dari dalam negeri maupun mancanegara. Salah satunya adalah Master Bonsai Indonesia, Robert Steven, yang sering berkunjung ke K3D,” ungkapnya.
Pakde Bowo berharap melalui festival ini, masyarakat semakin peduli terhadap lingkungan dan berpartisipasi dalam menjaga kehijauan kota.
Lebih lanjut ia menjelaskan, budidaya bonsai memerlukan kesabaran dan ketelatenan. Bonsai tidak bisa tumbuh instan. Prosesnya bisa memakan waktu lebih dari 10 tahun. Ini adalah seni bagi mereka yang benar-benar mencintai dan menekuni dunia bonsai.
“Beberapa bonsai di Saung K3D bahkan sudah berusia 80 hingga 90 tahun. Warisan itu terus dirawat oleh generasi penerus,” tutupnya. (el’s)






Komentar