MANDAILING NATAL, | Sketsa Online.com – Respect, Observance, Outreach, Togetherness, and Support (Roots) adalah Program Pencegahan Perundungan. Program Roots di Indonesia ini telah berjalan sejak 2021, merupakan hasil kolaborasi antara Kemendikbudristek dan UNICEF. Hingga kini, program ini telah menjangkau 33.777 satuan pendidikan di 509 kabupaten/kota pada 38 provinsi di Indonesia.
Tak terkecuali Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Natal, Roots Day juga digelar dan menjadi momentum untuk penampilan para peserta didik yang telah dibimbing menjadi Agen Perubahan Anti Perundungan (Bullying).
Kepala SMAN 1 Natal, Muhammad Arif Lubis, S.Pd melalui Wakil Kepala Sekolah (Wakasek) Bidang Kurikulum, Saripa Ariani Nasution, S.Pd pada sambutannya mengharapkan kegiatan tersebut tidak sekedar seremonial, namun para agen perubahan mampu mengaplikasikan anti perundungan di lingkungan sekolah.

“Program Roots sebenarnya sudah diinisiasi sejak tahun 2016. Kemudian uji cobanya mulai diterapkan pada tahun 2016-2018 di 8 sekolah yang terletak di wilayah Jawa Tengah serta 4 sekolah di Sulawesi Selatan. Alhamdulillah, saat ini kita juga telah ikut berpartisipasi dalam program Roots Anti Perundungan atau Bullying. Semoga para agen perubahan ini bisa berperan aktif dilingkungan teman-temannya dalam mencegah bully,” ujar Saripa pada Sabtu (18/1/2024).
Hal senada juga disampaikan Nelly Yani, S.Pd selaku Ketua Panitia Roots Day. Beliau mengucapkan terimakasih kepada para panitia yang juga seluruh perangkat OSIS atas terlaksananya kegiatan tersebut. Nelly yang juga merupakan Wakasek Bidang Kesiswaan ini juga berpesan agar para agen perubahan atau duta anti bullying bisa berkontribusi menciptakan kondisi sekolah yang respek, lingkungan inklusif, tidak diskriminatif dan bebas dari perundungan.

Sementara itu, Husni Kelana Putra, S.Pd selaku Guru Pembimbing Roots (Fasilitator Roots) menerangkan, ada 30 orang yang terdiri dari siswa dan siswi peserta didik yang ditetapkan sebagai Agen Perubahan (Duta Anti Perundungan/Bullying).
“Mereka ini yang menjadi agen-agen perubahan ada 30 orang. Kemarin sudah kita lakukan edukasi dan bimbingan bagi mereka yang dipilih, dengan dibantu oleh Ibu Anny Maghfirah. Tujuannya yaitu mencegah, meminimalisir aksi perundungan. Selain itu tujuannya untuk membawa perubahan kearah yang positif,” ucapnya.
Dalam kegiatan Roots Day di SMAN 1 Natal, ditampilkan pula Pentas Seni berupa Sosio Drama bertemakan Anti Perundungan, Puisi, Ikrar Anti Perundungan dan Jingle Agen Perubahan.
Kegiatan diakhiri dengan Deklarasi Anti Perundungan, para peserta didik dan seluruh guru membubuhkan tanda tangan sebagai bentuk dukungan anti perundungan di sekolah.
Penulis : IS
