Depok|Sketsa-online.com – Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Depok menggelar Forum Pramusyawarah Anak Cabang (Pramusancab) sebagai langkah strategis memperkuat struktur partai melalui regenerasi kepemimpinan.
Ketua DPC PKB Kota Depok, M. Faizin, menegaskan bahwa Pemilu 2029 akan menjadi momentum penting bagi partai untuk meraih kemenangan, dengan mengandalkan peran generasi milenial dan generasi Z.
“Pramusancab ini difokuskan untuk menjaring ketua, sekretaris, dan pengurus PAC baru. Sesuai arahan DPP PKB, kami memberi prioritas kepada kader muda berusia maksimal 35 tahun untuk mengisi posisi pimpinan,” ujar Faizin saat menghadiri Pramusancab wilayah Saboji (Sawangan, Bojongsari, Cipayung) pada Jumat (1/8).
Menurut Faizin, peran anak muda sangat vital dalam mempercepat konsolidasi partai dan memperluas basis konstituen. Apalagi, Pemilu 2029 diperkirakan akan didominasi oleh pemilih milenial dan generasi Z.
“Anak muda adalah kunci. Mereka lebih cepat menangkap perubahan dan bisa merespons dinamika sosial dengan cara yang relevan. Ini menjadi modal penting untuk memperkuat mesin partai ke depan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pengurus PAC tidak boleh hanya aktif menjelang pemilu, tetapi harus hadir di tengah masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan sosial, ekonomi, dan lingkungan secara berkelanjutan.
“PKB tidak hanya bicara tentang kekuasaan. Kita diberi mandat untuk membantu masyarakat secara nyata. Kami ingin PAC menjadi ujung tombak pelayanan publik di tingkat kecamatan,” katanya.
PKB Depok menargetkan peningkatan perolehan kursi DPRD dari lima menjadi 12 pada Pemilu 2029. Di Dapil Saboji, PKB telah mengamankan dua kursi dan optimistis menambah satu kursi lagi melalui kerja struktural yang masif.
Pramusancab PKB Depok digelar dalam tiga putaran wilayah. Setelah Tapos–Cilodong dan Beji–Cimanggis, saat ini forum berlangsung di wilayah Saboji, kemudian dilanjutkan ke BCL (Beji, Cinere, Limo) dan Pancoran Mas.
Berbeda dari mekanisme sebelumnya, rekrutmen pengurus PAC kali ini dilakukan melalui penjaringan terbuka. Para calon diseleksi berdasarkan kapasitas, pengalaman, dan potensi kepemimpinan, sebelum namanya diajukan ke DPW PKB Jawa Barat untuk disahkan.
Penetapan pengurus PAC dijadwalkan akhir Agustus hingga awal September 2025. Sebelum resmi dikukuhkan, seluruh calon pengurus wajib mengikuti Tahap Kaderisasi Pertama (TKP) sebagai pembekalan ideologi dan peningkatan kapasitas. Struktur PAC minimal terdiri dari 15–20 orang, termasuk dewan syuro dan pengurus harian.
Lebih lanjut sebagai bentuk komitmen terhadap kesetaraan gender, PKB Depok juga menetapkan kuota 30 persen keterwakilan perempuan.
“Perempuan harus mendapat ruang setara. Kuota 30 persen ini bukan sekadar formalitas, tapi diisi kader perempuan yang aktif dan berkapasitas,” tutup Faizin.
Dengan strategi regenerasi, penjaringan terbuka, dan komposisi inklusif, PKB Depok optimistis mampu memperkuat mesin partai dari akar rumput dan memenangkan kepercayaan publik pada Pemilu 2029. (el’s)







Komentar