Perihal Pasar Rakyat Natal, Ini Tanggapan Kadis Perdagangan Madina

MANDAILING NATAL, | Sketsa Online.com – Beberapa waktu yang lalu, tepatnya hari Selasa 18 Februari 2025, Dinas Perdagangan Kabupaten Mandailing Natal (Madina) melakukan survei pedagang di Pasar Natal, setelah sebelumnya dilakukan hal serupa di Pasar Tapus. Kegiatan tersebut pun langsung di pantau Kepala Dinas Perdagangan Madina Parlin Lubis didampingi Kepala Pasar Natal, Zulkarnaen Dalimunthe dan staf lainnya.

Parlin Lubis juga menyempatkan meninjau Pasar Rakyat yang terletak di Sasaran yang hingga kini belum difungsikan.

“Setelah beberapa hari kami berada di wilayah Pantai Barat termasuk di Kecamatan Natal, kami telah inventarisir segala permasalahan yang ada, termasuk Pasar Natal yang berada di Desa Sasaran. Sebagaimana kita ketahui bahwa Pasar Natal yg berada di Desa Sasaran itu dibangun oleh Pemerintah Pusat dan sampai dengan saat ini belum berfungsi sebagaimana yang diharapkan. Hal ini juga menjadi catatan khusus dari Kementerian Perdagangan RI. Kami tidak ingin melihat kebelakang lagi kenapa ini tidak berfungsi atau belum di fungsikan,” ujar Parlin.

“Oleh pendahulu kami sudah pernah difungsikan, namun karena sesuatu hal dapat dikatakan belum berhasil sebagaimana yang diharapkan. Oleh pejabat sebelumnya sudah pernah mengupayakan untuk memindahkan pedagang dari pasar yang sekarang ini ke pasar yang berada di Desa Sasaran, tapi belum berhasil. Saya saat ini sedang menjabat Kepala Dinas Perdagangan malah berfikir lain. Jika memang sulit untuk memindahkan pedagangan yang berada di Pasar Natal yang saat ini, saya justru malah punya ide biarkan saja pedagang yang ada sekarang dan jangan dipindahkan, tapi kita jadikan saja Pasar Natal yang ada di Desa Sasaran itu menjadi Pasar Natal yang hari pekan nya di luar hari Selasa, karena pasar sekarang kan Pekan nya hari Selasa sehingga nantinya di Kecamatan Natal ada 2 kali hari pekan dalam 1 minggu,” papar Parlin.

Lebih lanjut, kata Parlin, dari bincang-bincang dengan beberapa tokoh Natal, ternyata selama ini kita lupa bahwa Pasar Natal yang sekarang itu memiliki nilai history (sejarah) untuk masyarakat Natal.

Kondisi dalam Pasar Rakyat Natal

“Jadi kita jangan heran ketika kita ingin memindahkan pedagang yang sekarang akan ada resistensi dari masyarakat sekitar pasar karena mereka pasti akan mempertahankan perjalanan sejarah itu karena bagian dari diri mereka. Pemerintah Daerah (Pemda) melalui Dinas Pedagang harus bisa bersikap seperti kata pepatah “ibarat menarik rambut dalam tepung” bagaimana rambut dapat ditarik dan tepung tidak tumpah. Nah…bagaimana caranya agar Pasar yang di Desa Sasaran dapat berfungsi tapi tidak menggangu pasar yang sekarang. Jadi menurut kami solusinya seperti yang kami sampaikan tadi,” bebernya.

“Kami akan coba berdialog nantinya dengan pedagang-pedagang yang berasal dari Pasaman, Pasaman barat dan sekitarnya, termasuk dengan pedagang yang berasal dari Padangsidimpuan dan sekitarnya, juga pedagang-pedagang kita yang berasal dari wilayah Mandailing Natal, sebab saya inventarisir hampir setengah pedagang di pasar natal itu berasal dari luar mandailing natal artinya kita butuh dukungan mereka untuk nantinya bisa meramaikan pasar yang ada di Desa Sasaran. Umumnya kan mereka berjualan dihamparan pasar atau lebih sering kita kenal dengan istilah PKL. Saya ilustrasikan begini, di Singkuang pekan hari Minggu, Senin nya di Tabuyung, Selasa di Natal, Rabu di Sinunukan III (dari sore sampai malam), Kamis misalnya kita buat sebagai hari pekan di Pasar Natal yang di Sasaran. Ini baru sebatas pendapat pribadi saya, justru itu langkah pertama yang harus kami lakukan adalah berdialog dengan pera pedagang sebagaimana yang saya sebutkan tadi,” lanjutnya.

“Tapi kita juga harus memastikan bahwa kondisi Pasar Rakyat yang di Desa Sasaran benar-benar layak untuk ditempati. Jangan sampai setelah mereka bersedia justru kita tidak siap. Tentu mereka perlu kenyamanan dan keamanan, dalam bisnis kan begitu? Jika tempat yang baru tidak lebih nyaman dari tempat yang lama dapat dipastikan para pedagang tidak akan mau. Kemaren saya sudah melihat kondisi pasar dan sudah banyak yang mengalami kerusakan. Akses jalan juga perlu kita perhatikan. Kami Dinas Perdagangan hanya bisa berharap adanya kolaborasi antara pemerintah (dinas atau badan), swasta, masyarakat, media dan akan lebih bagus lagi sekalian dengan perguruan tinggi. Jika hanya berjalan sendiri sendiri kami pesimis hal ini bisa terlaksana. Itu ide atau gagasan yang dapat kami tawarkan,” pungkasnya.

Dari pantauan di lokasi Gedung atau bangunan Pasar Rakyat Natal di Sasaran sudah banyak mengalami kerusakan. Hal ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah daerah.

 

Penulis : IS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *