Depok | Sketsa-online.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Pemuda Pancasila (PP) Cimanggis, melaksanakan aksi sosial berupa kegiatan “Jumat Berkah Berbagi” sehabis sholat Jumat (17/1/2025) di Cimanggis, Depok.
Ketua PAC PP Cimanggis, Agus Tam kepada wartawan menyampaikan kegiatan yang mereka sudah dilakukan di 3 (tiga) titik lokasi.
“Kegiatan ini Jumat Berkah Berbagi, dan rencananya akan kita jadikan kegiatan rutinitas untuk PAC PP Cimanggis,” ujar Agus Tam.
“Ini akan rutin diadakan pada setiap Jumat di tiga titik lokasi yaitu, Kelurahan Curug, Kelurahan Harjamukti dan Cimanggis. Alhamdulillah kegiatan ini sudah kita laksanakan dan berjalan lancar,” paparnya.
Ia juga mengatakan harapannya agar para anggota PAC PP Cimanggis untuk tidak lelah dalam berbuat kebaikan.
“Jadi kita mengharapkan untuk anggota-anggota kita, untuk tidak lelah berbuat baik. Ormas kita ini dianggap mempunyai stigma negatif, rusuh dan sebagainya. Namun jangan menyurutkan niat kita untuk berbuat baik,” tuturnya.
“Walaupun kita membalut diri pakai emas pun, kita ini kurang bagus di mata masyarakat. Jadi pandangan buruk masyarakat harus dihapus dengan menunjukkan kegiatan kegiatan kita yang positif. Ayolah kita berikan contoh bahwa kita ormas yang tahu tugas dan fungsi, bagaimana kita bisa bermanfaat bagi masyarakat,” tambah sang Ketua PAC PP Cimanggis ini.
“Jadi kami di Cimanggis akan menjadikan jargon jangan lelah untuk berbuat baik sebagai penyemangat,” sambungnya.
Dia pun mengaku untuk saat ini belum mempunyai sponsor atau mitra donatur atau semacamnya dalam kegiatan tersebut. Namun dia mengatakan kegiatan itu adalah terlaksana dengan inisiatif bersama dan patungan bersama seluruh anggota PAC Pemuda Pancasila Cimanggis.
“Kedepan, program santunan anak yatim, sunatan massal dan lainnya sudah kita rancang di Tahun 2025 ini. Semoga kegiatan PAC Cimanggis ini bisa menjadi contoh dan dilaksanakan PAC – PAC Pemuda Pancasila daerah lainnya,” sampai Agus Tam.
“Perlahan kita akan kikis stigma negatif itu, dan kita tanamkan pada kader-kader PP Cimanggis menghilangkan cara lama yang klasik. Kita harus menggunakan skill dan sumber daya lainnya, tidak lagi dengan kekerasan,” pungkasnya. (el’s)
