Depok | Sketsa-online.com — Dugaan kasus pelecehan seksual yang melibatkan seorang guru di SMP Negeri 3 Depok menjadi perhatian luas setelah beredar di media sosial.
Peristiwa tersebut memicu reaksi keras dari berbagai pihak, termasuk Ketua Umum Ikatan Alumni SMP Negeri 3 Depok (Ikabento), Hamzah.
Hamzah menyampaikan keprihatinan mendalam atas kejadian yang mencoreng nama baik sekolah yang dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan di Kota Depok.
Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi dan mendesak pihak sekolah serta otoritas terkait untuk mengambil langkah tegas.
“Kami sangat menyesalkan peristiwa ini. Sebagai alumni dan Ketua Umum Ikabento yang menaungi lebih dari 20 angkatan, saya merasa bertanggung jawab untuk hadir langsung, mendengarkan aspirasi para alumni, serta melakukan klarifikasi di sekolah,” ujar Hamzah saat ditemui di Depok.
Ia menekankan pentingnya pembinaan menyeluruh terhadap tenaga pendidik, tidak hanya dalam aspek akademis, tetapi juga dalam pembentukan karakter dan etika.
“Bercanda dalam proses belajar boleh saja, namun harus tetap dalam batas kewajaran dan tidak mengarah pada tindakan yang merendahkan martabat siswa,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Ikabento menyatakan kesiapannya untuk mendampingi para korban, baik secara hukum maupun psikologis.
“Kami telah menyiapkan tim advokat untuk mendampingi korban yang membutuhkan bantuan hukum. Selain itu, kami juga melibatkan Pusat Perlindungan Anak dan Ibu (PPAI) guna menjaga kesehatan mental siswa yang terdampak,” jelas Hamzah.
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani oleh pihak berwenang. Masyarakat serta alumni berharap agar proses hukum berjalan adil, transparan, dan berpihak kepada korban.
Ikabento pun menegaskan komitmennya untuk terus mengawal perkembangan kasus ini agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang. (el’s)
