IKPM Madina-Yogya Sampaikan Dukacita Untuk Diva Febriani

Yogyakarta, | Sketsa Online.com – Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Mandailing Natal – Yogyakarta (IKPM Madina-Yogya) turut menyampaikan rasa dukacita atas tragedi pembunuhan salah satu siswi SMAN 1 Natal yang merupakan calon anggota Paskibra tingkat Kecamatan Natal, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara.

Ucapan bela sungkawa dan dukacita ini disampaikan oleh Ketua Umum IKPM Madina-Yogya Arlan Syahruli pada Sabtu (2/8/2025).

Melalui pesan sambungan telepon, Mahasiswa asal Bintuas, Kecamatan Natal ini mengaku terkejut akan terjadinya peristiwa tragis tersebut dan menyampaikan rasa turut berduka nya.

“Dengan penuh rasa duka yang mendalam, kami segenap Keluarga Besar Ikatan Keluarga Pelajar Mahasiswa Mandailing Natal-Yogyakarta (IKPM Madina-Yogya) menyampaikan belasungkawa atas wafatnya adik kita tercinta, Diva Febriani yang merupakan siswi SMA Negeri 1 Natal. Ia meninggal dunia dalam kondisi tragis dan memilukan akibat tindakan kekerasan yang tidak berperikemanusiaan,” ucap Arlan.

“Kejadian ini sungguh mengguncang hati kami semua, tidak hanya sebagai Mahasiswa dan Pelajar asal Mandailing Natal (Madina) yang sedang berada di tanah perantauan, tetapi juga sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat Madina yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai adat, agama, dan kemanusiaan,” sambung Alumni SMAN 1 Natal ini.

“Saya Arlan Syahruli, Demisioner Ketua Umum IKPM Madina-Yogya mewakili kawan-kawan yang berkuliah di Yogyakarta dan salah satu putra daerah Natal menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh pihak terutama APH yang bergerak cepat dan menunjukkan kepedulian luar biasa, mulai dari jajaran Polsek Natal , Polres Mandailing Natal, unsur TNI, Kepala Desa, Tokoh adat, Tokoh Agama seluruh elemen masyarakat, yang turut andil mencari Diva yang awalnya dikabarkan hilang,” tambahnya.

“Kami berharap hukuman setimpal dapat diberikan kepada pelaku, gunakan pasal berlapis atas kekejian yang dilakukannya terhadap almarhumah Diva yang merupakan pelajar dibawah umur,” tegas Arlan.

Selain itu, Arlan mengajak seluruh masyarakat, terutama orang tua dan tokoh pendidikan, untuk memperkuat nilai-nilai agama, moral, dan etika sosial dalam kehidupan sehari-hari. Ia juga menekankan pentingnya membina generasi muda agar menjauhi pergaulan bebas, pengaruh narkoba, serta potensi lingkungan yang mengarah pada kekerasan

“Mari kita jadikan tragedi ini sebagai pengingat kolektif. Saatnya kita tidak hanya bersedih, tapi juga bertindak agar peduli bersama menjaga anak-anak, membina remaja kita, dan menanamkan nilai keimanan serta kasih sayang dalam keluarga. Ini bukan hanya tugas aparat, tapi tanggung jawab kita semua sebagai manusia dan umat beragama,” pungkas Mahasiswa asal Bintuas, Kecamatan Natal, Madina ini menutup.

 

Penulis : IS

Komentar