Depok|Sketsa-online.com – Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok sekaligus anggota Komisi A, Edi Masturo, memberikan klarifikasi terkait munculnya kembali isu pembangunan Masjid Margonda dan santunan kematian dalam rapat paripurna yang digelar di DPRD Kota Depok pada Rabu (20/8).
Pernyataan ini disampaikan menanggapi pertanyaan soal persetujuan anggota DPRD terhadap program yang sebelumnya telah dibahas di Badan Anggaran terkait RAPBD.
Menurut Edi Masturo, saat pimpinan DPRD meminta persetujuan anggota terkait RAPBD, muncul interupsi dari Haji Bambang, Fraksi PKS, mengenai Masjid Margonda dan santunan kematian.
“Akhirnya banyak dari fraksi koalisi memberikan pernyataan atau klarifikasi bahwa semua itu sudah dibahas di Badan Anggaran,” ujarnya.
Lebih lanjut Ia menambahkan, pihak PKS memiliki utusan anggota di Badan Anggaran, sehingga persoalan tersebut sejatinya sudah terselesaikan.
“Sudah tidak ada masalah. Kami hanya ingin memastikan, mengapa isu itu diangkat lagi di rapat paripurna yang sifatnya sudah final,” jelas Edi Masturo.
Klarifikasi ini diharapkan dapat meredakan ketegangan dan mencegah salah tafsir di kalangan anggota DPRD maupun publik. Menurutnya, semua fraksi koalisi sepakat bahwa pendapat PKS terkait isu tersebut bisa dikembalikan ke Badan Anggaran.
Rapat paripurna berlangsung tertib, meski sempat memanas karena munculnya isu yang dianggap sudah selesai.
Pernyataan Edi Masturo menegaskan komitmen anggota DPRD untuk menjaga transparansi dan koordinasi antarfraksi. (el’s)







Komentar