Depok | Sketsa-online.com – DPRD Kota Depok tengah menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2030 dengan melibatkan 58 stakeholder dari berbagai unsur masyarakat. Dalam proses itu, Panitia Khusus (Pansus) RPJMD memastikan bahwa seluruh program yang dirancang selaras dengan visi dan misi Wali Kota Depok yang dijanjikan saat kampanye.
Wakil Ketua Pansus RPJMD DPRD Kota Depok, Edi Masturo, menegaskan pentingnya pengawalan terhadap implementasi visi dan misi kepala daerah agar tidak sekadar menjadi dokumen perencanaan yang bersifat administratif.
“RPJMD ini harus menjawab janji-janji politik yang sudah disampaikan Wali Kota kepada masyarakat. Kami di DPRD akan mengawal implementasinya, bukan hanya menyusun dokumen semata,” tegas Edi Masturo, Selasa (30/7).
Edi yang juga menjabat Ketua Fraksi Gerindra dan anggota Komisi A DPRD Depok mengatakan, keterlibatan stakeholder bertujuan menyerap aspirasi langsung dari masyarakat. Beberapa isu yang mengemuka dalam rapat antara lain persoalan kemacetan, penanganan sampah, dan pendidikan.
“Kurang lebih ada 58 stakeholder yang kami libatkan. Mereka mewakili kelompok masyarakat, pelaku usaha, pemuda, dan unsur lainnya. Salah satu aspirasi yang muncul adalah permintaan penambahan kuota beasiswa bagi mahasiswa,” ungkapnya.
Namun demikian, Edi menekankan bahwa setiap usulan tetap harus dipertimbangkan secara proporsional dengan kemampuan keuangan daerah. Ia menyatakan bahwa efisiensi dan prioritas menjadi kunci dalam menyusun arah pembangunan jangka menengah.
“Semua aspirasi kami tampung. Tapi tentu perlu dievaluasi dari sisi anggaran dan efektivitas. Kita harus memastikan semua program berjalan secara realistis dan tepat sasaran,” ujarnya.
Lebih lanjut terkait isu pengelolaan sampah, Edi mengungkapkan bahwa program tersebut kini masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), yang menurutnya harus didukung penuh, termasuk dengan penambahan lahan.
“Masalah sampah menjadi isu serius. Karena sudah masuk PSN, kami dorong agar lahan pengelolaannya ditambah. Ini bukti komitmen kami untuk mewujudkan janji Wali Kota,” katanya.
Di akhir pernyataannya, Edi menegaskan bahwa keberhasilan RPJMD akan sangat bergantung pada konsistensi pelaksanaan dan pengawasan. DPRD, kata dia, akan memastikan dokumen ini tidak sekadar formalitas, tetapi benar-benar menjadi peta jalan pembangunan Kota Depok yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. (el’s)






Komentar