Depok | Sketsa-online.com – Para Relawan pendukung Supian – Chandra, yang merupakan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Depok nomor urut 2 berkumpul dan membahas penekanan angka Golongan Putih atau yang dikenal dengan istilah Golput atau dengan kata lain konstituen yang tidak menyalurkan hak pilih.
Pada kesempatan itu, kehadiran Chandra diwakili oleh Gek Pande K. Trimayuni, sebagai yang mengkoordinir seluruh kegiatan Supian-Chandra yang terjadi dirumah posko kemenangan pada Sabtu (5/10/2024).
“Mohon maaf Pak Chandra belum bisa hadir saat ini karena ada kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Walaupun demikian, beliau titip salam buat para saudara-saudara relawan sekalian,” ucap Gek Pande K. Trimayuni.
“Alhamdulillah dukungan untuk kemenangan Supian-Chandra semakin hari semakin meningkat, jadi saat ini berdasarkan survei Supian Chandra itu tertinggi,” sambungnya.
Lebih lanjut dia mengatakan agar bisa mempertahankan elektabilitas survei dan kekompakan serta kesolidan para rekan relawan di lapangan.
Menurutnya Pilkada kali ini berbeda dari pilkada-pilkada sebelumnya, yang melawan kelompok incumbent di Depok.
Jika 5 atau 10 tahun yang lalu mungkin gerakan masyarakatnya masih kurang semangat, tapi sekarang baik dari partai politik maupun relawan dan semua kelompok bilang ini, tahun pemilihan ini terasa berbeda. Karena tingkat keterlibatan dan partisipasi masyarakat menunjukkan peningkatan signifikan.
Partai-partai politik yang biasanya adem ayem juga sekarang berkobar semangatnya, kelompok relawan juga masing-masing mengorganisir diri untuk bikin posko-posko kemenangan sendiri.
“Ini artinya masyarakat di Depok memang sudah sangat jenuh, tidak ada kemajuan selama 20 tahun terakhir. Padahal jika kita bandingkan dengan kota terdekat seperti Bekasi, dan Tangsel itu perkembangannya jauh sekali dibandingkan dengan Depok. Sebenarnya Depok ini punya anggaran yang cukup dan dari pusat juga banyak bantuan – bantuan, tapi entah mengapa bantuan – bantuan dari pusat tersebut itu tidak digunakan. Banyak yang mengatakan bahwa mereka memang mempunyai cara berpikir sendiri, sehingga kemudian dana dana pendidikan, kebudayaan dan seniman itu tidak di akses,” papar Pande, yang akrab disapa Bunda.
Menurutnya, selain dari dana sendiri di Depok, dana dari luar juga dari pusat itu banyak yang bisa digunakan, sehingga kemudian program dari Supian – Chandra seperti kuliah gratis, bebas macet, bebas pengangguran itu adalah program-program yang realistis sekali.
“Kita tidak asal-asalan membuatnya, kita sudah menghitung, bahkan sebagai contoh misalnya kuliah gratis, sudah kita hitung datanya dan bisa. Sehingga kita pastikan bahwa setiap anak di depok ini bisa kuliah, lapangan kerja bisa untuk di akses, BUMD, perusahaan yang dimiliki oleh pemerintah, dan juga banyak perusahaan perusahaan lain yang sebenarnya bisa menampung tenaga kerja, selama ini tidak dimanfaatkan, tidak difasilitasi oleh pemerintah,” bebernya.
“Dan untuk diketahui, sebenarnya pemenang di pilkada sebelumnya adalah Golput. Nah ini adalah tugas-tugas kita sebagai relawan, bagaimana membangunkan masyarakat yang masih tidur, yang tidak perduli ini supaya ikut memilih”, jelasnya.
Masih kata Bunda Pande, “Karena kalau kita perhatikan, Pemilu terakhir sebenarnya suara dari kompetitor kita tidak lebih dari 400 ribu, sementara DPT kita saat ini dikota Depok berkisar 1 juta 400 ribu lebih. Artinya kita masih punya sekitar 1 juta suara yang bisa kita organisir untuk memilih Supian-Chandra. Itu merupakan tugas dari kita semua, yang memang ingin kita punya perubahan untuk Depok,” ajaknya.
“Kita semua mengetahui Supian dan Chandra adalah seorang pekerja, yang memang lahir dari gerakan masyarakat, aktivis masyarakat. Seperti kuliah gratis yang masuk didalam programnya Supian-Chandra, itu di tahun 1998 Chandra sudah memperjuangkannya,” terang Pande.
“Jadi apa yang kita munculkan di visi-misi program ini bukan sesuatu yang ujug-ujug.
Tetapi yang sudah kita pahami akar permasalahannya di Depok, sudah kita cari solusinya dan bagaimana membuat itu benar-benar terjadi,” sambungnya.
“Nah tugas kita sekarang selaku relawan adalah bagaimana kita memastikan bahwa para Golput ini, bisa memilih Supian-Chandra sehingga kita bisa menang mutlak. Menang mutlak itu sangat mungkin. Jadi kita harus bekerja canvasing door to door, agar dapat menjangkau mereka yang masih terombang ambing atau mereka yang malas-malasan untuk memilih. Kita edukasi mereka bahwa yang maju sekarang adalah sosok Supian dan Chandra yang sangat berbeda dari biasanya dan kemenangan itu sangat mungkin jika kita mau ke TPS memilih Supian-Chandra,” himbaunya.
Diakhir penyampaiannya, Koordinator yang mewakili Chandra ini meyakinkan bahwa perubahan itu akan terjadi.
“Pak Supian dan Pak Chandra ini bukan orang yang tertutup dan sosok birokratis. Supian-Chandra adalah tipikal orang yang terbuka yang memang niatnya untuk mengajak masyarakat bersama-sama untuk melakukan pembangunan di Depok.
Dan kita juga sudah memikirkan nantinya kita akan melakukan suatu sistim baru, dimana masyarakat diikutsertakan dalam perencanaan pembangunan, dimana hasil pembangunan itu benar benar dikonsultasikan dan dilaporkan kepada masyarakat sebagai pemilih kita,” tutupnya. (el’s)







Komentar