Depok | Sketsa Online.com – Bakal Calon (Balon) Wali Kota Depok, H. Supian Suri akan serius menangani problem sampah. Kesungguhan dalam menyelesaikan persoalan sampah di Kota Depok ini dinilai penting untuk warga Depok.
Sebagai bentuk kesungguhannya, H. Supian Suri bersama tim penanggulangan sampah berkunjung ke Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, untuk belajar menangani sampah pada Senin (19/8/2024).
Putra KH. Muhammad Ali itu menyambangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. H. Supian Suri dan rombongan diterima langsung oleh Kepala DLH Kabupaten Banyumas, Widodo Sugiri.
Dalam kesempatan itu Sugiri menyampaikan, Kabupaten Banyumas menjadi salah satu kabupaten terbaik dalam melakukan pengolahan sampah di Indonesia. Dimana, sampah yang dibuang ke TPA hanya 9 persen, sementara sisanya berhasil diolah menjadi pupuk, gas hingga RDF.
“Kami menjadi kabupaten terbaik dalam pengolahan sampah mulanya terjadi darurat sampah di wilayah kami. Berbagai upaya kami lakukan untuk melakukan pengolahan sampah, alhasil dalam dua tahun kami berhasil melakukan pengolahan sampah dengan baik,” ujarnya kepada awak media.
Dikatakannya, saat ini Banyumas tidak lagi memiliki TPA. Pasalnya, kata dia, timbulan sampah yang muncul dikelola langsung oleh Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
“Saat ini kami memiliki 39 KSM di masing-masing kelurahan dan kami juga sudah memiliki BLUD persampahan. Para pekerja semangat karena gaji mereka standar UMR,” paparnya.
Lebih lanjut ia mengatakan, saat ini tercatat ada sebanyak 1.500 pekerja yang menangani persampahan. Mereka terdiri dari pesapon yang bekerja tiga shift sehari hingga petugas pemilah sampah.
Output dari itu semua, kata dia, sampah dijadikan pemerintah daerah sebagai sumber rejeki bagi masyarakat berupa maggot, RDF, pupuk dan lain sebagainya.
Sementara itu Bakal Calon Wali Kota Depok, H. Supian Suri mengatakan, jika Banyumas saja bisa dalam mengatasi darurat sampah, kenapa Depok tidak bisa.
“Kami sengaja datang ke Banyumas untuk belajar mengenai penanggulangan sampah, kami ingin tahu kebijakan apa yang diambil oleh Kabupaten Banyumas sehingga wilayah yang dulunya darurat sampah justeru saat ini menjadi daerah sebagai pengelolaan sampah terbaik di Indonesia,” ungkapnya.
Kemudian H. Supian bersama rombongan menyempatkan diri ke TPS Terpadu di wilayah Kedungrandu, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas.
“Di sana kami melihat langsung bagaimana sampah diolah menjadi bubur organic dijadikan pakan magot, sampah non organic dijual sebagai bahan baku daur ulang, sampah yang bernilai rendah dijadikan RDF dan residunya dimasukan ke dalam insenelator yang abunya dibuat sebagai bahan campuran paving blok,” pungkasnya. (el’s)
