Bogor|Sketsa-online.com – Kebudayaan merupakan karakter yang mencerminkan identitas dan jati diri sebuah bangsa. Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Bogor, Aditya Pratama Hermon, menilai kemajuan bangsa tidak hanya diukur dari sektor ekonomi dan politik, tetapi juga dari kekuatan kebudayaannya.
“Bagi saya, kemajuan sebuah bangsa diawali dari kekuatan kebudayaannya sendiri. Kebudayaan mengandung nilai sosial, norma, ilmu pengetahuan, serta struktur sosial dan religius,” ujarnya kepada media, Selasa (12/8/2025).
Menurut Aditya, kebudayaan memiliki peran penting dalam membentuk identitas nasional, meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui kreativitas dan inovasi, serta memperluas pengaruh di kancah internasional. Karena itu, ia menilai Kementerian Kebudayaan perlu lebih serius memperkuat perhatian terhadap generasi muda di tengah perkembangan zaman yang serba digital.
“Kementerian Kebudayaan harus punya formulasi yang tepat untuk menghambat hegemoni budaya asing yang semakin masif. Jangan hanya menggelar acara seremonial yang sekadar lewat. Kebudayaan adalah kunci kemajuan bangsa,” tegasnya.
Aditya memaparkan tiga langkah penting yang dapat dilakukan, antara lain:
1. Menguatkan peran kebudayaan dalam pendidikan karakter.
2. Mempromosikan kebudayaan melalui film, media, festival, konser, pameran, dan fasilitas publik.
3. Mengintegrasikan pendidikan budaya di jalur formal dan informal.
Ia mengungkapkan kekhawatirannya terhadap menurunnya minat generasi muda memahami nilai-nilai kebudayaan. Hasil advokasi yang dilakukannya bersama sejumlah komunitas menunjukkan bahwa banyak pelaku budaya tidak memiliki fasilitas ruang publik untuk menampilkan karya mereka.
“Harapan ke depan, pemerintah dapat berkolaborasi dengan kami untuk menggapai Indonesia Emas 2045, bukan hanya lewat bidang ekonomi dan politik, tetapi juga dengan menjadikan kebudayaan sebagai fondasi utama,” pungkasnya. (el’s)







Komentar