Rampak Sekar Piala Wali Kota, H. Acep: Tradisi Edukatif Generasi Muda di Bulan Bahasa

Depok|Sketsa-online.com – Gelaran Pasanggiri Rampak Sekar Piala Wali Kota Depok 2025 tak sekadar meriahkan panggung seni. Ajang budaya ini dinilai memiliki peran strategis dalam menumbuhkan kecintaan pelajar terhadap seni tradisi Sunda sekaligus memperkuat karakter generasi muda.

Tokoh pendidikan Kota Depok, H. Acep Al Azhari, menyebut Rampak Sekar bukan hanya lomba, melainkan tradisi edukatif yang menanamkan nilai disiplin, kebersamaan, dan kebanggaan budaya. Momentum penyelenggaraan pada Oktober, bertepatan dengan Sumpah Pemuda dan Bulan Bahasa, semakin memperkuat makna kegiatan ini.

“Lomba ini menumbuhkan kecintaan siswa pada seni budaya daerah melalui pengalaman langsung dalam berkesenian,” ujar Acep pada Sketsa-online.com pada Rabu (17/09).

Ia menegaskan, nilai pendidikan dalam Pasanggiri Rampak Sekar melampaui sekadar keterampilan seni. Peserta didorong untuk mengasah karakter, mulai dari disiplin, kerja sama, kepercayaan diri, hingga sikap hormat terhadap warisan budaya bangsa.

“Tradisi ini mengajarkan disiplin, kerja sama, dan kebanggaan budaya. Hal itu sangat penting bagi pembentukan jati diri generasi muda,” jelasnya.

Lebih lanjut, H. Acep juga menilai, kebersamaan lintas sekolah yang hadir dalam perhelatan ini sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda. Ajang budaya tersebut menjadi ruang refleksi penting bagi pelajar untuk meneguhkan identitas kebangsaan.

“Semangat Sumpah Pemuda tercermin dalam kebersamaan lintas sekolah untuk menjunjung tinggi bahasa dan budaya. Kegiatan ini memperkuat identitas kebangsaan dengan menanamkan kebanggaan pada seni tradisi di kalangan generasi muda,” tuturnya.

Ia menekankan bahwa Rampak Sekar juga efektif membangun persatuan di kalangan pelajar. Melibatkan siswa dari berbagai wilayah dengan satu semangat kebudayaan, menurut Acep, menjadi bukti konkret bahwa seni tradisi bisa menjadi pengikat solidaritas.

“Cara menghargainya adalah dengan mengintegrasikan seni budaya daerah ke dalam kegiatan belajar serta memberi ruang tampil bagi generasi muda,” ujarnya.

Sebagai penutup, Acep berharap pemerintah daerah bersama sekolah-sekolah terus memberikan dukungan agar Pasanggiri Rampak Sekar tidak hanya berhenti pada perhelatan tahunan, tetapi juga berkembang menjadi ikon budaya Kota Depok.

“Harapan saya, pemerintah dan sekolah terus mendukung kegiatan seperti ini agar menjadi tradisi edukatif dan budaya yang berkesinambungan,” tutupnya. (el’s)