Depok|Sketsa-online.com – Anggota Komisi D DPRD Kota Depok, Turiman, menyambut positif kebijakan pemerintah pusat yang berencana menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di seluruh jenjang pendidikan dasar dan menengah mulai tahun ajaran 2027/2028.
Ia menilai, kebijakan tersebut menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia agar siap berkompetisi di kancah internasional.
Menurut Turiman, kebijakan yang digagas oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) itu patut didukung semua pihak. Sebab, Bahasa Inggris merupakan bahasa komunikasi global yang digunakan hampir di seluruh dunia dan menjadi kunci dalam menghadapi tantangan era globalisasi.
“Saya menyambut baik kebijakan nasional yang menjadikan Bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di tingkat SD dan SMP. Dengan begitu, generasi muda Indonesia akan lebih siap berkomunikasi dan berkompetisi di dunia internasional,” ujar Turiman pada Selasa (14/10).
Turiman menuturkan, pada dasarnya pelajaran Bahasa Inggris sudah diajarkan di sejumlah sekolah dasar, namun statusnya masih sebagai muatan lokal. Karena itu, ia menilai, kebijakan nasional ini akan memperkuat sistem pembelajaran yang sudah ada, sekaligus menstandarkan kualitas pendidikan di seluruh daerah.
“Selama ini Bahasa Inggris sudah diajarkan, tapi masih berstatus muatan lokal di tingkat SD. Artinya, sebagian besar sekolah sudah memiliki tenaga pengajar. Tinggal dimaksimalkan lagi kebutuhan tenaga kependidikan serta sarana dan prasarana penunjangnya,” jelasnya.
Terkait kesiapan pelaksanaan kebijakan, Turiman mengatakan pihaknya akan menunggu petunjuk teknis (juknis) dari pemerintah pusat agar implementasinya di daerah bisa berjalan searah dengan kebijakan nasional.
“Untuk sosialisasinya, kami menunggu juknis dari kementerian supaya langkah yang diambil pemerintah daerah sejalan dengan strategi pemerintah pusat,” ujarnya.
Lebih lanjut, Turiman juga menanggapi kekhawatiran sebagian masyarakat yang mengaitkan kebijakan ini dengan program pelestarian budaya lokal yang tengah digalakkan Wali Kota Depok.
Menurutnya, kedua hal tersebut tidak bertentangan, melainkan saling melengkapi dalam membentuk karakter dan daya saing generasi muda.
“Kebudayaan daerah itu bagian dari jati diri kita sebagai bangsa. Karena itu, penting untuk terus dijaga dan dilestarikan. Sementara Bahasa Inggris penting agar generasi muda mampu berkomunikasi, belajar, dan beradaptasi di tingkat global,” tandasnya.
Dengan diterapkannya kebijakan ini, Turiman berharap pemerintah daerah dapat menyiapkan tenaga pendidik, sarana pembelajaran, serta dukungan anggaran yang memadai, sehingga pelajaran Bahasa Inggris bisa diajarkan secara efektif dan merata di seluruh sekolah di Kota Depok. (el’s)
