Depok|Sketsa-online.com – Wacana revisi tunjangan perumahan anggota DPRD Depok tak membuat Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (F-PKB) kehilangan semangat.
Ketua Fraksi PKB DPRD Depok, Siswanto, menegaskan bahwa etos kerja para legislator dari partainya tetap menyala, meski fasilitas dewan harus dipangkas.
Menurut Siswanto, besaran tunjangan bukanlah alasan utama anggota F-PKB terjun ke dunia politik. Ia meyakini bahwa pengabdian kepada masyarakat jauh lebih penting dibandingkan soal materi.
“Saya yakin, terutama anggota dewan yang baru, ketika mencalonkan diri tidak pernah menanyakan berapa tunjangan yang akan diterima,” ujar Siswanto pada Kamis (4/9).
Karena itu, lanjutnya, jika revisi tunjangan dilakukan berdasarkan aspirasi masyarakat, pihaknya tidak akan mempermasalahkan.
“Sekali lagi kami tegaskan, semangat kami tidak akan mengalami turbulensi,” tegas legislator yang juga mewakili Dapil Depok 6 ini.
Lebih lanjut, Siswanto mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang belum diselesaikan oleh fraksinya. Ia bahkan dengan rendah hati meminta maaf kepada masyarakat karena pengabdian F-PKB dinilai belum maksimal.
“PKB memohon maaf bila selama ini belum mampu menjawab harapan masyarakat. Kami butuh kritik, dan kritik itu akan menjadi cambuk agar bekerja lebih maksimal,” katanya.
Sebagai wujud komitmen, F-PKB siap membuka ruang dialog dengan publik.
Menurut Siswanto, partai memberikan arahan agar fraksi lebih dekat dengan masyarakat dan menjadikan setiap masukan sebagai bahan perjuangan di parlemen.
“Kami terbuka. Jika ada aspirasi terkait layanan kesehatan, pendidikan, lapangan pekerjaan, atau hal lainnya, silakan disampaikan. Insya Allah, kami siap memperjuangkan,” tutupnya. (el’s)







Komentar