Bogor|Sketsa-online.com – Warga Desa Barengkok, Kabupaten Bogor, selama ini harus puas menggunakan air sungai dan sumur berwarna keruh untuk memenuhi kebutuhan harian.
Pada musim hujan, air sering bercampur lumpur, sementara di musim kemarau debitnya menipis. Kondisi ini membuat masyarakat rentan terhadap penyakit berbasis air, mulai dari diare hingga infeksi kulit.
Menjawab persoalan itu, mahasiswa Universitas Pertamina (UPER) merancang Sistem Sanitasi Barengkok (SABAR), sebuah instalasi air bersih sederhana berkapasitas 200 liter yang memanfaatkan tenaga surya.
Inovasi ini hadir untuk membantu sekitar 150 rumah tangga di Desa Barengkok memperoleh akses air layak secara berkelanjutan.
“Bak penampung dilengkapi filter berbahan lokal seperti pasir silika, arang, kerikil, busa, dan pecahan genteng. Pemilihan bahan ini bertujuan agar masyarakat dapat dengan mudah memperolehnya dengan biaya terjangkau,” kata Zein Ali, salah satu mahasiswa perancang sistem pada Sabtu (6/9).
SABAR bekerja dengan mengalirkan air sumur ke bak penampung menggunakan pompa 12 volt yang mendapat pasokan listrik dari panel surya berdaya 100 watt.
Air yang semula keruh diproses melalui filter berlapis sehingga menjadi jernih dan layak dipakai untuk mandi, mencuci, serta kebutuhan MCK lainnya.
Dengan hanya satu jam pengisian penuh dari panel surya, pompa dapat beroperasi dan menghasilkan pasokan air bersih setiap hari.
Tak hanya memasok air bersih, sistem ini juga diharapkan mampu menekan angka penyakit berbasis air yang banyak dialami warga, terutama anak-anak dan lansia.
Karena itu, tim mahasiswa melibatkan masyarakat dalam setiap tahap, mulai dari pemasangan, pelatihan penggunaan, hingga perawatan rutin.
Bob Adyari S.Si., M.I.L., dosen Teknik Lingkungan UPER sekaligus pendamping proyek, menekankan pentingnya aspek keberlanjutan.
“Masyarakat dibekali buku panduan perawatan agar sistem tetap berfungsi optimal tanpa harus bergantung pada pihak luar,” ujarnya.
SABAR menjadi bagian dari program LIGHT UP 2025, agenda pengabdian masyarakat Universitas Pertamina.
Program ini mengusung konsep sustainability-oriented learning yang tidak hanya mendorong mahasiswa untuk mengaplikasikan ilmu, tetapi juga menumbuhkan empati sosial serta menghadirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat.
“LIGHT UP tidak hanya memperkuat pembelajaran di ruang kelas, tapi juga menjadi sarana strategis mahasiswa UPER untuk berkontribusi nyata sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).
Tahun 2025, program ini berhasil melaksanakan 11 kegiatan pengabdian masyarakat, mulai dari teknologi, kesehatan, pendidikan, hingga ekonomi kreatif,” tutur Prof. Wawan Gunawan A. Kadir, M.S., IPU., Rektor Universitas Pertamina.
Dengan keberhasilan SABAR di Desa Barengkok, Universitas Pertamina berharap inovasi serupa dapat direplikasi di wilayah pedesaan lain. Jika diterapkan secara luas, sistem berbasis energi terbarukan ini bisa menjadi solusi nyata untuk mengatasi keterbatasan akses air bersih di Indonesia. (el’s)







Komentar