Jakarta|Sketsa-online.com – Setelah hampir dua tahun menunggu tanpa kejelasan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Sekber Wartawan Indonesia (SWI) kembali mendatangi Dewan Pers pada Kamis (4/9).
Pertemuan ini digelar untuk menindaklanjuti proses pendaftaran SWI sebagai konstituen Dewan Pers yang hingga kini belum juga rampung sejak diajukan 23 bulan lalu.
Kegiatan ini berlangsung di lantai 7 Gedung Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Rombongan SWI diterima langsung oleh Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Penelitian, Pendataan, dan Ratifikasi Pers, Yogi Hadi Ismanto, didampingi staf sekretariat serta Pokja terkait.
Dari pihak SWI, hadir Plt. Ketua Umum/Sekjen Herry Budiman, Penasihat RM Tri Harsono, Ketua Tim Percepatan Konstituen Dewan Pers (TPKDP) Imam Suwandi, serta sejumlah pengurus bidang.
Dalam pertemuan itu, Herry Budiman menegaskan bahwa SWI berharap Dewan Pers segera menindaklanjuti proses verifikasi administrasi maupun faktual yang sempat terhenti.
“Kami menginginkan komunikasi yang lebih intens antara TPKDP SWI dan pihak Dewan Pers, khususnya melalui Pak Yogi,” ujarnya.
Menanggapi hal itu, Yogi Hadi Ismanto mengaku terkejut mengetahui bahwa SWI telah hampir dua tahun menunggu proses tersebut.
“Saya selalu menekankan kepada tim, ini adalah hak organisasi wartawan untuk dilayani. Bukan kita yang meminta mereka mendaftar,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yogi menambahkan, sebagai anggota Dewan Pers yang baru, dirinya tidak menerima “PR” terkait proses ini dari periode sebelumnya. Kendati demikian, ia berkomitmen menuntaskan persoalan yang tertunda.
“Ini akan saya bawa dalam rapat pleno tanggal 9 September nanti. Delapan anggota lain juga harus tahu kondisi ini,” jelasnya.
Dalam dialog, Ketua TPKDP SWI Imam Suwandi juga menekankan pentingnya kepastian hukum dalam proses verifikasi. Ia menolak pemberlakuan aturan baru secara surut terhadap organisasi wartawan yang sudah lebih dulu mendaftar.
“Asas non retroaktif harus dijunjung. Apalagi aturan tersebut belum disosialisasikan dan belum ditetapkan,” ujar dosen komunikasi itu.
SWI menaruh harapan besar agar Dewan Pers di bawah kepemimpinan Prof. Komaruddin Hidayat dapat memberikan perhatian khusus terhadap perjuangan yang sudah hampir dua tahun berjalan.
“Kami hanya ingin proses ini berjalan sukses dan lancar, tanpa ada pihak yang dirugikan,” tutup Imam. (el’s)







Komentar