Depok | Sketsa-online.com – Tingginya angka tawuran pelajar di Kota Depok mendorong anggota DPRD Depok, Gery Wahyu Riyanto, untuk mendukung langkah tegas dalam menangani kenakalan remaja.
Salah satu solusi yang diusulkan adalah penerapan program pembinaan dengan pendekatan disiplin ala militer, seperti yang dicetuskan oleh Dedi Mulyadi (KDM).
Gery menyampaikan bahwa banyak pelajar di Depok menunjukkan perilaku menyimpang seperti bolos sekolah, kecanduan gawai, hingga berani melawan orang tua.
Menurutnya, pendekatan pembinaan di barak militer TNI atau Polri bisa menjadi alternatif terbaik untuk membentuk karakter dan kedisiplinan para pelajar.
“Jika siswa yang nakal dikirim ke barak militer, itu adalah langkah terobosan yang sangat baik dan harus kita dukung bersama. Ini bisa menjadi upaya efektif untuk menanamkan kedisiplinan dan cinta tanah air sejak dini,” ujarnya.
Ia juga menilai bahwa penanganan kasus tawuran yang tidak menimbulkan korban sebaiknya tidak langsung dibawa ke jalur hukum. Menurutnya, pembinaan yang tepat lebih efektif ketimbang kriminalisasi anak di bawah umur.
Program KDM yang diusulkan meliputi pembinaan mental dan fisik, peningkatan kesadaran nasionalisme, serta tetap memberikan akses pendidikan kepada para siswa selama berada di barak. Dengan begitu, proses belajar tidak terganggu dan anak-anak tetap mendapatkan hak pendidikannya.
“Jika diproses hukum sampai putusan, justru bisa menimbulkan masalah baru. Program ini memberi solusi konkret dan menghindari dilema dalam menangani kenakalan remaja,” tambah Gery.
Ia berharap, program ini segera diterapkan di Kota Depok, mengingat tingginya angka tawuran yang terjadi, terutama saat bulan Ramadan. Gery juga menyarankan agar pembinaan dilakukan di barak yang berada di wilayah Depok seperti Divisi 1 Kostrad, Yonif 328, maupun Brimob, agar tetap dekat dengan lingkungan asal siswa.
“Dengan kedekatan lokasi, Pemkot Depok juga dapat lebih mudah memberikan dukungan, dan para siswa tetap bisa menjalani pembelajaran. Pembinaan di barak akan mengajarkan kedisiplinan mulai dari bangun pagi, kegiatan belajar, hingga istirahat malam,” tutupnya. (el’s)
