Depok|Sketsa-online.com – Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menyatakan dukungannya terhadap langkah Presiden Prabowo Subianto yang menekankan perbaikan dan evaluasi bangunan pesantren, menyusul ambruknya gedung di Sidoarjo yang menewaskan sejumlah santri.
Dukungan ini bertujuan memprioritaskan keselamatan para santri sekaligus memastikan pembangunan pesantren dilakukan sesuai ketentuan konstruksi yang aman dan terencana.
Ketua Fraksi PKB DPRD Kota Depok, Siswanto SH, menilai tragedi di Sidoarjo menjadi peringatan penting bagi seluruh pesantren di Indonesia, termasuk yang berada di Kota Depok.
“Hampir semua pembangunan gedung pesantren tidak selalu mengikuti standar teknik sipil. Evaluasi semacam ini sangat dibutuhkan agar keamanan santri dapat terjamin,” ujarnya pada Senin (13/10).
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa perhatian terhadap kualitas bangunan pesantren penting, bukan hanya demi keselamatan, tetapi juga untuk menjaga mutu pendidikan para santri.
Beberapa pesantren di Depok kini menjadi fokus pengawasan, antara lain Pondok Pesantren Assalamah yang dipimpin KH. Bahrudin Toyib, Pesantren Ar-Rahmaniyah, serta sejumlah pesantren lain di Kecamatan Cipayung.
“Beberapa di antaranya sudah kami kunjungi. Kami menanyakan kepada pengurus apakah pembangunan dilakukan berdasarkan kajian teknik yang layak. Sering kali keterbatasan dana membuat perencanaan konstruksi tidak matang, sehingga menimbulkan risiko bagi santri,” jelas Siswanto.
Fraksi PKB juga berencana mengadakan kunjungan lanjutan untuk meninjau kondisi bangunan secara lebih detail.
“Kami akan meminta izin meninjau langsung kondisi lapangan. Tim kami tengah menyiapkan solusi kreatif dan mendorong agar pesantren ke depan mendapat perhatian serius dari pemerintah. Upaya ini penting karena pesantren merupakan fondasi moral bangsa,” tambahnya.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan santri serta memastikan pembangunan pesantren di Depok dilakukan sesuai prosedur konstruksi yang aman, sehingga mutu pendidikan dan kenyamanan lingkungan belajar dapat terjaga. (el’s)
