Depok|Sketsa-online.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Depok dinilai memberikan manfaat ganda, tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi anak sekolah, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Anggota Komisi D DPRD Depok dari Fraksi Gerindra, Turiman, menekankan pentingnya pemerataan dapur MBG dan keterlibatan pelaku UMKM agar dampak positif program semakin meluas.
Menurut Turiman, kualitas menu MBG sudah terjamin. Pengelolaan dilaksanakan oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang ditunjuk Badan Pangan Nasional (Bapanas), dengan dukungan tenaga profesional seperti kepala dapur, akuntan, dan ahli gizi.
Setiap tahap, mulai dari penyusunan menu hingga distribusi, dilakukan sesuai standar operasional prosedur yang ketat.
“Kalau soal standar gizi dan kualitas menu, aturannya sudah jelas dan diawasi oleh ahli gizi. Yang masih menjadi persoalan adalah pemerataan dapur. Di Sukmajaya, misalnya, jumlah dapur belum sebanding dengan banyaknya penerima manfaat,” ujarnya pada Sabtu (6/9).
Turiman menambahkan, keberadaan dapur MBG bukan hanya soal makanan sehat, tetapi juga lapangan kerja. Satu dapur rata-rata menyerap 50 tenaga kerja.
Dengan kebutuhan 16 dapur di Sukmajaya saja, program ini sudah membuka peluang kerja bagi sekitar 800 orang. Selain itu, kebutuhan bahan baku yang besar turut mendorong UMKM lokal untuk berkembang.
“Dampak ekonominya langsung terasa. Karena itu, penting sekali agar UMKM disinergikan dengan program MBG ini,” tegasnya.
Meski begitu, ia mengingatkan bahwa pembangunan dapur MBG bukan perkara mudah. Dibutuhkan lahan minimal 400 meter persegi dengan akses kendaraan, serta biaya besar untuk bangunan dan peralatan.
Oleh sebab itu, Turiman mengajak pihak swasta maupun masyarakat yang memiliki kemampuan finansial untuk turut berpartisipasi.
“Kalau dikelola dengan baik, pemilik dapur juga bisa mendapatkan keuntungan jangka panjang. Jadi ini bukan hanya soal tanggung jawab sosial, tapi juga peluang usaha,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan UMKM lokal dalam penyediaan makanan.
“Kalau UMKM lokal bisa ikut serta, manfaat program berlipat ganda. Anak-anak sehat, ekonomi warga sekitar juga bergerak,” tambahnya.
Sebagai penutup, Turiman menyatakan komitmennya agar program MBG tidak berhenti di sini. Ia berharap program ini diperluas ke sekolah lain di Kota Depok dan terus ditingkatkan kualitasnya.
“Harapan kami, program ini konsisten berjalan dan semakin baik ke depan. Dengan begitu, masalah gizi buruk di Kota Depok bisa ditekan, dan generasi muda tumbuh lebih sehat, cerdas, serta berdaya saing,” tutupnya. (el’s)







Komentar