Depok|Sketsa-online.com – Suasana peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Balai Kota Depok semakin hangat ketika Itsnain Masthuro, remaja istimewa berusia 18 tahun, menapaki panggung fashion show.
Setiap langkahnya disambut tepuk tangan hangat dari masyarakat yang hadir, termasuk Wali Kota Depok, Supian Suri.
Putra kedua Ketua Fraksi Gerindra DPRD Kota Depok, Edi Masturo, itu memancarkan semangat dan keberanian yang luar biasa. Meski berkebutuhan khusus, Itsnain tidak gentar tampil di depan publik, menunjukkan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk berprestasi.

“Alhamdulillah, Itsnain bisa tampil di Balai Kota Depok. Kami sangat mendukung setiap langkahnya. Sebagai orang tua, kami hanya ingin melihat dia tumbuh menjadi anak yang saleh, hebat, dan berguna bagi agama, bangsa, serta negara,” ujar Edi Masturo.
Sejak kecil, Itsnain dikenal tekun dan semangat belajar. Meskipun menghadapi tantangan sebagai anak istimewa, ia bertekad melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Keluarga meyakini dengan ketekunan dan kerja keras, cita-cita itu dapat diraih.
Bagi Itsnain, belajar bukan hanya soal pelajaran sekolah, tetapi juga membentuk karakter agar lebih mandiri dan bermanfaat bagi orang lain.
Penampilannya di panggung, Balai Kota Depok mendapat apresiasi luas. Kehadiran Itsnain menjadi bukti bahwa semua anak, termasuk mereka yang berkebutuhan khusus, layak diberi kesempatan untuk mengembangkan diri.
Fashion show dalam rangka HUT RI itu tidak hanya sekadar hiburan, tetapi juga menjadi ruang inklusif bagi generasi muda untuk menunjukkan bakat dan keberanian.
Kisah Itsnain menegaskan pentingnya dukungan keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun rasa percaya diri anak-anak berkebutuhan khusus.
Dengan kasih sayang dan dorongan yang konsisten, mereka mampu melampaui keterbatasan dan menorehkan prestasi. Bagi keluarga Edi Masturo, kehadiran Itsnain adalah anugerah yang tak ternilai.
“Kami sekeluarga sangat menyayangi Itsnain. Apa pun yang ia lakukan selalu membawa kebahagiaan bagi kami,” ucap Edi Masturo penuh haru, pada Selasa (26/08).
Melalui penampilan Itsnain, masyarakat diingatkan bahwa inklusi bukan sekadar slogan. Dukungan lingkungan, semangat, dan keberanian dapat menjadikan anak istimewa sebagai sumber inspirasi, serta simbol harapan bahwa setiap anak berhak bersinar. (el’s)







Komentar