Depok|Sketsa-online.com – Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, menegaskan komitmennya mengawal 20 janji politik Wali Kota Depok, Supian Suri, agar seluruh program pemerintah benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Hal itu disampaikannya saat reses di RW 06, Kelurahan Sukamaju pada Sabtu (4/10).
Hamzah menjelaskan, salah satu program unggulan adalah Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG), yang menyasar anak-anak yang tidak diterima di sekolah negeri. Program ini melibatkan 49 SMP swasta dengan target 5.000 siswa hingga lulus.
“Tujuannya agar anak-anak tetap mendapatkan pendidikan berkualitas tanpa terbebani biaya,” kata Hamzah.
Selain itu, pemerintah kota menyediakan beasiswa S1 untuk mahasiswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
“Semua biaya pendidikan, termasuk kuliah dan kebutuhan akademik lainnya, ditanggung pemerintah, sehingga kesempatan belajar menjadi lebih merata,” ujarnya.
Di sektor perpajakan, Hamzah menyebutkan adanya keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi warga dengan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) di bawah Rp200 juta.
“Program ini dirancang untuk meringankan beban ekonomi keluarga dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.
Peningkatan infrastruktur menjadi prioritas lain. Proyek fly over Margonda dan pelebaran jalan di Sawangan tengah digarap untuk memperlancar arus lalu lintas dan mengurangi kemacetan.
“Dengan ini, mobilitas warga di Depok menjadi lebih nyaman,” tambah Hamzah.
Kemudian terkait sampah, Depok akan membangun pembangkit listrik tenaga sampah di lahan seluas 5 hektar.
“Program ini bertujuan mengurangi volume sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung dan menargetkan penutupan TPA dalam 8 – 10 tahun ke depan, sekaligus memanfaatkan sampah menjadi energi listrik,” tutur Hamzah.
Untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja, Balai Latihan Kerja (BLK) baru akan bekerja sama dengan perusahaan lokal maupun internasional.
“Lulusan BLK diharapkan siap pakai, sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja modern,” kata Hamzah.
Tak kalah penting, Hamzah menyoroti pendidikan inklusif melalui Sekolah Anak Istimewa di Jalan Margonda Raya.
“Anak-anak berkebutuhan khusus mendapatkan pembelajaran dengan guru terampil yang menyesuaikan metode pendidikan sesuai kebutuhan mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, Hamzah menegaskan kesamaan visi dengan wali kota dan pihak lain terkait pendidikan.
“Saya, Pak Wali Kota, dan Pak Prabowo punya visi yang sama: anak-anak Depok harus tetap sekolah. Baik dari keluarga mampu maupun tidak mampu, semuanya berhak mendapatkan pendidikan,” tegasnya.
Menutup kegiatan reses, Hamzah mengajak masyarakat berperan aktif dalam pembangunan daerah dengan mengajukan usulan melalui proposal.
“Jabatan ini amanah yang harus bermanfaat bagi masyarakat. Kami ingin setiap kebijakan benar-benar dirasakan oleh warga Kota Depok,” tutup Hamzah. (el’s)
