Gerry Wahyu Riyanto Siap Dukung Kebijakan Gubernur Jabar

Depok | Sketsa-online.com – Legislator Kota Depok dari Partai Gerindra, Gerry Wahyu Riyanto, menyatakan dukungannya terhadap kebijakan Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. Pernyataan ini disampaikan saat kegiatan temu ramah bersama warga Tapos dan Cilodong pada Jumat (16/4/2025).

“Saya mengapresiasi dan mendukung penuh Gubernur Jawa Barat, Kang Dedi Mulyadi, yang telah mengeluarkan kebijakan pelarangan pelajar membawa kendaraan ke sekolah,” ujar Gerry.

Menurutnya, aturan tersebut sangat tepat diterapkan, khususnya di Kota Depok, karena mayoritas siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Ia menegaskan, siapa pun yang belum memiliki SIM tidak seharusnya mengendarai kendaraan bermotor.

“Kebijakan ini selaras dengan aturan hukum yang berlaku. Karena itu, langkah Gubernur sangat tepat untuk melindungi anak-anak dari risiko di jalan raya dan pelanggaran hukum,” katanya.

Lebih jauh, Gerry menilai kebijakan tersebut tidak hanya soal keselamatan, tetapi juga sebagai upaya pencegahan munculnya kelompok-kelompok remaja yang menyimpang. Ia mencontohkan, maraknya geng motor atau kelompok remaja bermasalah di kota-kota besar kerap berawal dari aktivitas berkendara tanpa pengawasan.

“Kita bisa melihat bagaimana geng motor bermula dari perkumpulan pelajar yang membawa motor tanpa kendali. Maka, kebijakan ini juga bagian dari strategi mitigasi sosial,” tambahnya.

Legislator Gerindra ini berharap seluruh sekolah di Kota Depok dapat menjalankan aturan tersebut dengan konsisten. Menurutnya, jika larangan diberlakukan secara merata, maka fokus belajar siswa akan lebih terjaga dan potensi kenakalan remaja dapat ditekan.

“Dengan fokus belajar yang baik, diharapkan proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) juga berjalan lancar. Zonasi sekolah harus diperhatikan agar siswa tidak perlu menempuh jarak jauh untuk sekolah,” jelasnya.

Gerry juga menyoroti adanya sekolah yang masih menyediakan area parkir bagi siswa. Ia menilai hal tersebut bisa menjadi sinyal permisif terhadap pelanggaran aturan.

“Jika sekolah membiarkan siswa membawa kendaraan dan menyediakan lahan parkir, secara tidak langsung mereka menyetujui pelanggaran kebijakan. Ini harus dievaluasi,” katanya.

Menutup pernyataannya, Gerry berharap Walikota Depok (Supian Suri) dan Wakil Walikota (Chandra Rahmansyah), dapat segera mengambil langkah konkret untuk memastikan kebijakan larangan tersebut dijalankan di seluruh sekolah di Depok.

“Harapannya, pemerintah kota dapat mengatur dan mengawasi sekolah-sekolah agar seluruh pelajar tidak lagi diizinkan membawa kendaraan bermotor ke sekolah,” pungkasnya. (el’s)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *