Disiplin Jadi Kunci, Turiman Tekankan Tertib Sampah dan Program Aspirasi

Depok|Sketsa-online.com – Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Turiman, menekankan pentingnya disiplin sebagai fondasi keberhasilan pembangunan masyarakat.

Dalam kegiatan reses di RT. 06 RW. 01, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya pada Senin (6/10), ia menyoroti dua hal utama yaitu kesadaran warga menjaga kebersihan lingkungan dan ketertiban administrasi dalam pengajuan program aspirasi.

Turiman menjelaskan, kegiatan reses merupakan sarana penting bagi anggota dewan untuk menyerap aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin, tetapi momentum untuk mendengar langsung permasalahan yang dihadapi warga dan mencari solusi bersama.

“Reses ini bukan formalitas. Kami ingin tahu apa yang benar-benar dibutuhkan warga agar bisa diperjuangkan melalui program pemerintah,” ujarnya.

Politisi Gerindra itu juga menyoroti perilaku sebagian warga yang masih membuang sampah sembarangan di beberapa titik wilayah Abadijaya, seperti di belakang kantor damkar dan sekitar Pasar Agung.

Menurutnya, masalah sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, melainkan menjadi tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat.

“Masalah sampah bukan salah pemerintah, tapi ulah kita semua. Sudah ada perda yang memberikan sanksi bagi pembuang sampah sembarangan,” tekannya.

Turiman mendorong setiap wilayah membentuk pos pengawasan sampah agar pengurus RT dan warga dapat lebih aktif menjaga kebersihan.

Ia juga meminta masyarakat berani menindak pelanggaran dengan membuat laporan ke pemerintah kota.

“Kalau ada yang buang sampah sembarangan, foto dan laporkan. Sertakan alamatnya supaya bisa ditindak,” tambahnya.

Selain masalah kebersihan, Turiman menekankan pentingnya ketertiban administrasi dalam pengajuan proposal program masyarakat.

Ia mengungkapkan bahwa proses pengajuan sebaiknya dilakukan pada bulan Desember, sementara dokumen resmi mulai disusun 1 Januari tahun berjalan, agar program bisa direalisasikan tepat waktu.

“Kalau pengajuan dilakukan Desember 2026, realisasinya baru berjalan tahun 2027. Jadi jangan sampai terlambat,” jelasnya.

Saat dialog bersama warga, Turiman juga membahas persoalan bantuan sosial dan pendidikan. Ia mengingatkan bahwa penerima bansos harus terdaftar dalam DTKS dan memiliki KIS aktif agar penyaluran bantuan tepat sasaran.

Lebih lanjut, Turiman menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program RSSG (Rintisan Sekolah Swasta Gratis) yang tengah dijalankan pemerintah sebagai upaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.

Ia menilai, meskipun program tersebut baru pertama kali dijalankan, evaluasi dan peningkatan tetap perlu dilakukan agar manfaatnya lebih optimal.

“Program RSSG ini masih baru pertama kali dijalankan, tapi tetap akan dievaluasi dan ditingkatkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tekannya.

Terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB), Turiman juga meminta warga tidak hanya menyampaikan keluhan secara lisan, tetapi membuat laporan tertulis lengkap dengan data dan bukti jika menemukan pelanggaran sistem zonasi.

“Semua laporan harus by data. Jangan hanya omongan. Kalau ada pelanggaran, tulis, lampirkan bukti, dan serahkan ke pihak terkait agar bisa ditindak,” tekannya.

Menutup kegiatan, Turiman mengajak seluruh warga Abadijaya untuk terus menjaga kebersamaan, kebersihan, dan kedisiplinan administrasi, demi kelancaran dan efektivitas pelaksanaan program pembangunan di lingkungan masing-masing.

“Saya ingin Abadijaya bersih, tertib, dan maju. Semua program bisa berhasil kalau kita disiplin dan bekerja sama,” pungkasnya. (el’s)