Depok|Sketsa-online.com – Sejak resmi dilantik sebagai Wali Kota Depok pada 20 Februari 2025, Supian Suri mulai menorehkan berbagai langkah perubahan yang signifikan. Meski baru delapan bulan memimpin, arah kebijakan dan program kerja yang digulirkan mulai memperlihatkan hasil nyata.
Kota Depok kini bukan hanya berbenah dari dalam, tetapi juga menarik perhatian banyak menteri dan pejabat pusat yang menilai Depok sedang menuju babak baru sebagai kota maju dan inklusif.
Dalam waktu singkat, wajah Depok mulai berubah. Pembangunan infrastruktur perkotaan, penataan ruang publik, serta peningkatan layanan digital menjadi sorotan utama.
Melalui berbagai program prioritas seperti Depok Bersih, Depok Sehat, Depok Cerdas, dan Depok Terhubung, pemerintah kota berupaya mempercepat pelayanan publik dan membangun interkoneksi antarwilayah.
Supian juga memperkenalkan Gerakan Layanan Cepat (GERCEP) dan sistem digitalisasi birokrasi terpadu, yang membuat pengurusan dokumen kependudukan, perizinan usaha, dan bantuan sosial bisa dilakukan secara daring dengan waktu pemrosesan lebih singkat.
“Kita tidak ingin Depok hanya menjadi kota penyangga Jakarta, tapi punya identitas kuat dan daya saing sendiri. Semua perangkat daerah kini bekerja dalam satu visi Depok yang maju, nyaman, dan manusiawi,” ujar Supian Suri dalam evaluasi kinerja awal Oktober. (Sumber: Portal Resmi Pemkot Depok, 3 Oktober 2025)
Beberapa program strategis kini sudah berjalan efektif di lapangan. Program MBG (Makan Bergizi Gratis) untuk anak sekolah dasar dan menengah mendapat dukungan luas dari masyarakat, sementara Depok Cerdas Digital memperkuat literasi teknologi di kalangan pelajar dan guru.
Revitalisasi pasar tradisional serta dukungan bagi UMKM terus digencarkan sebagai bentuk penguatan ekonomi warga. Program Depok Terang dan Aman melalui pemasangan ribuan lampu jalan baru dan penataan lingkungan pun mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Di sisi lain, Supian juga menginisiasi penataan kawasan edu-wisata setu, hasil kolaborasi dengan pemerintah pusat, agar kawasan perairan di Depok menjadi ruang rekreasi dan edukasi ekologis. Langkah-langkah tersebut dinilai sebagai bentuk nyata dari visi Depok Maju, Sejahtera, dan Berkelanjutan.
Seiring program-program itu berjalan, Depok kini menjadi salah satu daerah yang paling sering dikunjungi pejabat pusat. Pemerintah pusat menilai inovasi Supian Suri layak dijadikan model bagi daerah perkotaan padat penduduk lainnya.
“Depok punya potensi luar biasa. Kepemimpinan Pak Supian berhasil mendorong birokrasi yang partisipatif dan berorientasi hasil,” ujar Menteri BUMN Erick Thohir saat berkunjung ke Balai Kota Depok pada Juni 2025. (Sumber: Rilis Resmi Humas Pemkot Depok, Juni 2025)
Kunjungan para menteri dan pejabat pusat tidak hanya sebatas seremoni, melainkan juga menghasilkan tindak lanjut nyata. Beberapa proyek kolaboratif mulai dibahas, seperti peningkatan transportasi publik terintegrasi, penguatan ekosistem UMKM digital, dan pengelolaan sampah modern berbasis energi.
Sejak Februari hingga Oktober 2025, sejumlah pejabat pusat telah berkunjung ke Kota Depok. Di antaranya Menteri ATR/BPN Agus Harimurti Yudhoyono (27 Februari) untuk meninjau penataan lahan dan percepatan sertifikasi aset pemerintah, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Noel Chandra (18 Maret) dalam dialog ketenagakerjaan dan pelatihan vokasi, serta perwakilan KLHK (5 April) yang menutup sementara dan menata ulang TPA Cipayung.
Selanjutnya, Erick Thohir (22 Mei) datang meninjau sinergi BUMN–UMKM dan revitalisasi pasar rakyat, Menteri Perdagangan sekaligus Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan (15 Juni) meninjau harga bahan pokok di Pasar Sukmajaya, Wakil Menteri Kesehatan (28 Juli) mengevaluasi pelaksanaan Program MBG, Kementerian PUPR (12 September) meninjau proyek drainase dan penataan setu, serta Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (7 Oktober) yang melakukan kajian kerja sama pengembangan edu-wisata setu di Depok.
Meski banyak capaian, Supian Suri tetap realistis terhadap tantangan yang dihadapi. Masalah kemacetan, banjir, dan sampah masih menjadi pekerjaan besar yang harus diselesaikan secara bertahap. Namun, ia menegaskan seluruh program terus dievaluasi dan disesuaikan dengan kebutuhan warga.
“Kritik tetap kami dengarkan. Pemerintah terus berupaya memberikan yang terbaik agar manfaat pembangunan terasa langsung oleh masyarakat,” ujarnya.
Delapan bulan bukan waktu panjang, tetapi cukup untuk menunjukkan arah baru Kota Depok. Di bawah kepemimpinan Supian Suri, Depok kini semakin aktif berinovasi, makin banyak dilirik oleh pusat, dan perlahan mewujudkan visinya sebagai kota maju yang tumbuh dengan karakter dan kolaborasi. (el’s)
