Aduan Warga Pinang Berujung Evaluasi, FWJI Tegaskan Komitmen Kawal Isu Lingkungan

Tangerang Kota|Sketsa-online.com – Aduan warga Pinang terkait pembangunan proyek perumahan Sutera Rasuna akhirnya membuahkan hasil. Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang resmi menghentikan sementara seluruh aktivitas proyek tersebut setelah menerima laporan dan hasil pengawalan dari Forum Wartawan Jaya (FWJ) Indonesia.

Keputusan itu diambil melalui rapat koordinasi lintas dinas di lingkungan Pemkot Tangerang pada Senin (13/10/2025), yang dihadiri perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta unsur kecamatan.

Dari hasil rapat, ditemukan bahwa pengembang belum melengkapi seluruh perizinan, termasuk dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal).

Ketua Umum FWJ Indonesia, Mustofa Hadi Karya atau Opan, mengatakan langkah ini merupakan bukti bahwa aspirasi masyarakat bisa menjadi dasar evaluasi pemerintah. FWJI, kata dia, sejak awal mengkaji laporan warga secara mendalam sebelum melakukan aksi dan audiensi ke pihak terkait.

“Sejak menerima aduan warga terdampak, kami langsung turun ke lapangan, mengecek fakta, dan mengumpulkan data. Kami tidak hanya menyampaikan keluhan, tapi memastikan setiap pembangunan berjalan sesuai ketentuan hukum dan tidak merugikan masyarakat sekitar,” ujar Opan, Kamis (16/10).

Ia menilai keputusan penghentian sementara proyek Sutera Rasuna sebagai bentuk respons cepat Pemkot Tangerang terhadap aspirasi publik. Menurutnya, FWJI tidak menolak pembangunan, namun menegaskan pentingnya keseimbangan antara kemajuan kota dan keberlanjutan lingkungan.

“Kami mendukung pembangunan yang berpihak pada rakyat. Tapi jangan sampai lingkungan dan keselamatan warga dikorbankan demi kepentingan bisnis,” tegas Opan.

Sebagai tindak lanjut, perwakilan FWJI Indonesia yang terdiri dari Ketua Umum Mustofa Hadi Karya, Bendahara Umum Tri Wulansari, Ketua FWJI Korwil Tangerang Kota Cecep Yuliardi, dan Ketua FWJI Provinsi Banten Robby Liu, melakukan audiensi dengan Camat Pinang, Syarifudin Harja Winata, Selasa (14/10/2025).

Pertemuan itu membahas hasil rapat koordinasi Pemkot Tangerang serta komitmen pemerintah dalam menata ulang prosedur pembangunan di wilayah Pinang.

Camat Pinang, Syarifudin, menyampaikan apresiasi atas peran FWJ Indonesia yang membantu menyalurkan aspirasi masyarakat. Ia menyebut masukan dari lembaga profesi wartawan menjadi bahan penting dalam proses pengawasan dan evaluasi.

“Kami justru berterima kasih atas perhatian FWJI. Kritik dan laporan yang disampaikan masyarakat menjadi bahan introspeksi bagi kami di pemerintahan. Semua ini untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai aturan dan tidak menimbulkan dampak sosial,” ujarnya.

Ia juga menambahkan, pemerintah kecamatan akan terus berkoordinasi dengan dinas teknis guna memastikan kondisi lingkungan tetap aman selama proses evaluasi berlangsung.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang, Wawan Fauzi, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengeluarkan rekomendasi penghentian sementara pembangunan Sutera Rasuna.

Ia menegaskan, proyek dapat dilanjutkan setelah seluruh dokumen perizinan dan persyaratan lingkungan dilengkapi.

“Hasil rapat forum Pemkot Tangerang memutuskan bahwa seluruh kegiatan pembangunan dihentikan sementara. Pengembang wajib melengkapi izin lingkungan sesuai ketentuan sebelum kembali beroperasi,” jelas Wawan saat ditemui di kantornya, Rabu (15/10).

Lebih lanjut, menurut Wawan, pihaknya juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan laporan atau pengaduan terkait persoalan lingkungan.

Ia menilai keterlibatan publik seperti yang dilakukan FWJI sangat membantu pemerintah dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Kami mengapresiasi FWJI Indonesia yang telah berperan aktif mengawal isu lingkungan ini. Kami berharap sinergi seperti ini terus berlanjut untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan,” pungkasnya.

Langkah FWJI mengawal aduan warga Pinang menjadi bukti nyata bahwa organisasi profesi wartawan memiliki fungsi sosial yang strategis.

Tidak hanya menyajikan informasi, FWJI juga menjalankan peran advokasi publik demi memastikan pembangunan tetap berpihak pada masyarakat dan lingkungan. (el’s)