Warga Berdaulat, Demokrasi RT Perdana di Cluster Anggrek 2 Jadi Contoh Partisipasi Nyata

Depok|Sketsa-online.com – Warga Cluster Anggrek 2 di Kelurahan Sukmajaya, Kota Depok, menunjukkan makna sejati dari kedaulatan rakyat. Melalui pemilihan ketua Rukun Tetangga (RT) perdana yang digelar secara langsung dan terbuka, mereka membuktikan bahwa partisipasi warga bisa menjadi fondasi kuat dalam membangun lingkungan yang demokratis dan mandiri.

Pemilihan yang berlangsung pada Minggu (2/11) ini menjadi tonggak penting bagi warga, karena untuk pertama kalinya wilayah tersebut memiliki kepengurusan RT hasil pilihan bersama.

Koordinator area, Ilham Permana, menjelaskan bahwa proses pemilihan dilakukan dengan sistem satu rumah satu suara. Dari total sekitar 398 pemilih, tercatat 245 suara sah. Lebih dari 60 persen warga menggunakan hak pilihnya melalui dua metode, yakni offline dan online.

“Ini bentuk demokrasi sesungguhnya di tingkat warga. Kami memastikan semua suara diverifikasi dengan baik agar tidak ada suara ganda atau tidak sah,” ujar Ilham.

Ia menuturkan, sebelum pemilihan dimulai, panitia membuka pendaftaran calon selama satu minggu. Namun karena belum ada yang mendaftar, warga akhirnya sepakat menggunakan mekanisme ‘warga tunjuk warga’ sebagai bentuk musyawarah bersama.

“Dari hasil penjaringan itu muncul lima nama dengan dukungan tertinggi. Kami datangi satu per satu untuk dimintai kesediaannya, dan setelah menyatakan siap, baru kami umumkan ke seluruh warga,” jelasnya.

Ilham menegaskan bahwa hanya warga yang benar-benar tinggal di kawasan tersebut yang berhak memilih. Mereka yang sudah menetap lebih dari satu tahun meskipun belum mengganti alamat Kartu Keluarga tetap diperbolehkan memilih, sedangkan penyewa kontrakan tidak dimasukkan ke daftar pemilih tetap.

“Ini agar hasilnya valid dan benar-benar mencerminkan aspirasi warga yang menetap,” tambahnya.

Sementara itu, Kasno, salah satu calon ketua RT, mengungkapkan bahwa keikutsertaannya berawal dari dorongan warga dan tokoh masyarakat. Ia bahkan sempat menolak karena merasa masih baru di lingkungan tersebut.

“Awalnya saya menolak karena baru dua tahun tinggal di sini. Tapi beberapa warga senior datang ke rumah dan meminta saya maju. Bahkan sebelum saya daftar, nama saya sudah lebih dulu didaftarkan oleh mereka,” ujarnya.

Kasno menilai, proses pemilihan kali ini menjadi bukti bahwa demokrasi di tingkat warga bisa berjalan sehat dan transparan. Ia menegaskan seluruh tahapan berlangsung tanpa praktik politik uang (money politics) dan murni atas partisipasi sukarela.

“Kami sudah sepakat, siapa pun yang terpilih nanti akan tetap melibatkan kandidat lain dalam kepengurusan. Ini ajang demokrasi sehat, bukan soal menang atau kalah,” katanya.

Jika dipercaya memimpin, Kasno berencana menggerakkan program penghijauan serta pemanfaatan lahan tidur menjadi ruang produktif warga. Salah satu gagasannya adalah membuat area pemancingan di sumber air alami, yang diharapkan bisa menjadi tempat silaturahmi dan kegiatan positif masyarakat.

“Selain menjaga lingkungan, kami ingin membangun ruang sosial agar warga makin guyub dan peduli,” tuturnya.

Hingga akhir penghitungan sementara, tingkat partisipasi warga mencapai lebih dari 62 persen dari total pemilih tetap. Proses pemilihan berlangsung kondusif, tanpa kendala berarti, dan disambut antusias oleh seluruh warga.

Kasno berharap, siapa pun yang nantinya terpilih dapat menjadi pemimpin yang mengayomi dan melayani warga tanpa sekat, serta mampu menghadirkan lingkungan yang nyaman, hijau, dan berdaya guna bagi seluruh penghuni Cluster Anggrek.

“Harapan saya sederhana: semoga RT ini bisa jadi contoh bagi lingkungan lain. Kita mulai dari hal kecil saling menghargai, menjaga kebersamaan, dan bekerja sama membangun tempat tinggal yang kita cintai,” tutupnya. (el’s)