Dwi Wahyuni: Kreativitas Brilian Sang Visioner Modest Fashion, Bawa Batik Depok Mendunia

Depok|Sketsa-online.com – Desainer asal Depok, Dwi Wahyuni, semakin menegaskan kreativitas briliannya di dunia modest fashion. Karyanya kini tak hanya menarik perhatian para pejabat dan pecinta fashion lokal, tetapi juga berhasil membawa Batik Depok tampil di panggung nasional dan internasional.

Melalui brand Fiorellya by Dwee, Dwi berhasil memadukan tradisi lokal dengan desain modern, sehingga setiap busana yang ia ciptakan menjadi simbol inovasi, budaya, dan gaya kontemporer.

Dalam ajang Fashion Nation terbaru, beberapa pejabat Kota Depok tampil dengan busana rancangan Dwi, antara lain Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kota Depok Dr. Drs. H. Dudi Mi‘raz Imaduddin, Anggota DPRD Hj. Endah Winarti, Wakil Ketua DPRD Hj. Yeti Wulandari, dan Kepala Bappeda Kota Depok Dr. Dadang Wihana.

Keberhasilan ini menjadi bukti nyata dukungan pemerintah daerah terhadap para pelaku industri fashion lokal.

Dwi mengaku bangga atas pencapaian tersebut. “Ini merupakan kehormatan besar sekaligus momentum bagi Fiorellya by Dwee untuk dikenal lebih luas oleh pecinta modest fashion. Karya kami bisa menjadi representasi Batik Depok yang dikagumi banyak orang,” ujarnya pada Senin (13/10).

Setiap busana yang ia ciptakan menyimpan filosofi dan makna khusus. Salah satu koleksinya yang dipamerkan di Fashion Nation, bertema “HEGEMONI”, mengusung konsep Liberation of Mind.

Koleksi ini mengajak masyarakat untuk membebaskan diri dari hegemoni pikiran melalui fashion. Selain itu, Dwi juga ingin memperkenalkan Batik Depok agar semakin dikenal dan dihargai masyarakat luas.

Ciri khas desain Dwi terletak pada paduan Batik Depok dengan teknik jahit sashiko, tambahan detail payet, dan tema yang disesuaikan dengan setiap koleksi. Motif lokal seperti Gong Si Bolong ia padukan dengan gaya busana modern, sehingga tradisi tetap relevan di era kontemporer.

Lebih lanjut, dukungan Pemerintah Kota Depok, khususnya melalui Disdagin dan Dekranasda Depok, sangat membantu pengembangan Fiorellya by Dwee dan komunitas fashion lokal lainnya.

Brand ini rutin tampil dalam ajang penting seperti Depok Fashion Festival dan Indonesia Fashion Week, memperluas eksposur karya lokal ke kancah nasional.

Meski prestasinya terus menanjak, Dwi mengakui tantangan terbesar adalah persaingan dengan brand modest fashion lainnya yang juga memiliki karakter kuat.

“Kami terus berupaya mempertahankan ciri khas dan loyalitas pelanggan,” ujarnya. Saat ini, Fiorellya by Dwee tengah menyiapkan Raya Series Collection untuk Ramadan 2026, sekaligus bersiap mengikuti berbagai fashion show di periode tersebut.

Tak hanya fokus pada karya, Dwi aktif menjalin kolaborasi. Sebelumnya, ia bekerja sama dengan desainer Eka Adriana dari Dots Indonesia.

“Ke depan, kami berharap bisa berkolaborasi lebih luas untuk menciptakan karya yang semakin bermakna,” jelasnya.

Strategi pengembangan brand juga mencakup partisipasi rutin dalam bazaar, pameran, dan fashion show besar seperti Ramadan Runway, Indonesia Fashion Week, dan Fashion Nation.

Mereka juga mengikuti pelatihan ekspor dari Bank Indonesia untuk memperluas pasar hingga tingkat internasional.

Dwi menekankan pentingnya generasi muda terus berkarya dan mencintai budaya lokal.

“Melalui fashion, kita bisa menjaga warisan bangsa agar tidak hilang ditelan zaman. Kreativitas harus berpadu dengan kecintaan pada budaya,” ujarnya.

Dengan kombinasi kreativitas, visi yang jelas, dan dukungan pemerintah serta masyarakat, Dwi Wahyuni membuktikan bahwa Batik Depok bukan hanya simbol tradisi, tetapi juga inspirasi modest fashion yang mendunia. (el’s)