Depok|Sketsa-online.com – Depok bukan lagi sekadar kota penyangga Jakarta. Di bawah perhatian pemerintah pusat, kota ini disiapkan menjadi contoh penataan kawasan dan lingkungan perkotaan yang berkelanjutan dimulai dari Kampung Lio dan deretan setu yang menjadi identitas alamnya.
Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (Wamen PKP) Fahri Hamzah menyampaikan hal itu usai melakukan pertemuan dengan Wali Kota Depok Supian Suri di Balai Kota Depok pada Selasa (7/10).
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana kolaborasi antara pemerintah pusat, Pemkot Depok, dan kalangan akademisi untuk mewujudkan Depok sebagai kota model nasional.
Fahri menjelaskan bahwa pemerintah pusat menilai Depok memiliki potensi besar untuk menjadi kota percontohan dalam penataan kawasan strategis nasional.
Salah satu proyek yang akan dijadikan pilot project adalah penataan Kampung Lio di Kelurahan Depok, yang dinilai telah memiliki banyak kajian akademik dan siap diimplementasikan.
“Misalnya nanti Kampung Lio bisa kita jadikan proyek strategis nasional untuk penataan. Mudah-mudahan karena studinya sudah banyak, tinggal kita implementasikan,” ujar Fahri, dikutip dari Indorayatoday.
Selain Kampung Lio, Fahri juga menyoroti pentingnya menjaga danau dan setu di Depok agar tetap lestari.
Menurutnya, keberadaan setu tidak hanya berfungsi sebagai penampung air, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi ruang publik yang menyehatkan serta menjadi alternatif rekreasi warga.
“Ekosistem kehidupan masyarakat bisa lebih baik. Tidak semua harus ke mal, tetapi juga ke alam yang sudah baik ini yang perlu kita jaga,” katanya.
Untuk mempercepat langkah tersebut, Kementerian PKP berencana membentuk tim bersama dengan Pemkot Depok dan pihak akademisi. Tim ini akan merancang desain, anggaran, serta tahapan pelaksanaan penataan kawasan.
Program ini juga akan disinergikan dengan program nasional tiga juta rumah, dengan memanfaatkan lahan di sekitar sungai, rel, dan jalan untuk membangun hunian terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.
“Kalau kita tata kawasan pinggir sungai, danau, rel, dan jalan, itu lahan-lahan yang bisa diakses murah. Harga rumah bisa turun, dan masyarakat akan lebih mudah memiliki rumah,” jelas Fahri.
Lebih lanjut, Ia menambahkan, Depok memiliki posisi strategis dan keunggulan unik dibanding kota lain di Jabodetabek. Selain dekat dengan ibu kota, Depok juga menjadi pusat pendidikan tinggi serta tempat tinggal banyak tokoh penting di bidang pemerintahan, bisnis, dan akademik.
“Depok harus menjadi kota yang paling maju. Ini kota yang paling kelihatan dan berpotensi menjadi percontohan pembangunan nasional,” tegasnya.
Wali Kota Depok Supian Suri menyambut baik arahan tersebut dan menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk berkolaborasi dengan kementerian.
Ia menyebut, upaya penataan kampung dan pelestarian setu telah sejalan dengan visi Depok sebagai kota maju, berbudaya, dan sejahtera.
Dengan dukungan pemerintah pusat, Depok kini bersiap melangkah lebih jauh. Dari kampung hingga setu, kota ini bertransformasi menuju masa depan yang lebih tertata, hijau, dan berdaya saing bukan lagi sekadar kota penyangga, tetapi kota teladan bagi Indonesia. (el’s)
