Genangan di Sukamaju Baru Jadi Titik Harapan, Hamzah Siapkan Solusi Konkret

Depok|Sketsa-online.com – Genangan air yang selama ini menjadi keluhan warga RT. 07 RW. 07, Kelurahan Sukamaju Baru, Kecamatan Tapos, kini diharapkan segera berakhir.

Dalam kegiatan resesnya, Ketua Komisi B DPRD Kota Depok dari Fraksi Gerindra, Hamzah, menegaskan komitmennya untuk menuntaskan persoalan drainase yang menjadi sumber utama genangan di wilayah tersebut.

Kegiatan reses yang digelar pada Senin (6/10) itu dihadiri tokoh masyarakat, pengurus RT dan RW, serta puluhan warga setempat. Dalam suasana akrab, Hamzah berdialog langsung dengan warga untuk mendengarkan aspirasi dan persoalan di lingkungan mereka.

Isu drainase menjadi sorotan utama karena RW 07 dikenal sebagai salah satu titik genangan air yang sering terjadi saat hujan deras.

“Kalau di sini air sering menggenang, berarti sistem pengalirannya belum baik. Drainase harus kita perbaiki secara menyeluruh, supaya air tidak menumpuk. Saya minta RT dan RW segera menyusun usulan pembangunan drainase secara tertulis agar bisa diusulkan melalui pokok-pokok pikiran dewan,” ujar Hamzah.

Menurutnya, banyak warga selama ini hanya menyampaikan aspirasi secara lisan, sehingga kerap luput dari proses penganggaran.

“Kadang warga sudah ngomong di forum, tapi tidak dilanjutkan dengan proposal. Akibatnya, usulan tidak tercatat dalam sistem. Jadi, ayo kita tertib, semua RT saya tunggu proposalnya sampai bulan Januari 2026,” tegasnya.

Hamzah menegaskan bahwa pembangunan drainase harus disesuaikan dengan kebutuhan dan standar teknis. Ia menyebut, untuk diusulkan melalui pokok-pokok pikiran (pokir) dewan, ukuran drainase minimal adalah 40×40 atau 60×60, sedangkan ukuran 30×30 harus dibiayai melalui dana RW.

“Kalau diusulkan yang kecil lewat pokir, sistem otomatis menolak. Jadi sekalian saja usulkan yang besar supaya tuntas,” katanya.

Ia meminta warga dan pengurus RW agar fokus terlebih dahulu pada perbaikan drainase sebelum melangkah ke pembangunan lainnya.

“Kita sepakat dulu, yang paling utama di RW 07 ini adalah menyelesaikan genangan air. Kalau drainasenya sudah beres, nanti baru kita lanjut ke perbaikan jalan dan program lainnya,” ujarnya, disambut setuju oleh warga.

Selain membahas drainase, Hamzah juga menyoroti pentingnya pendidikan.

“Setiap tahun, persoalan bukan hanya lingkungan, tapi juga pendidikan. Wali Kota menginginkan semua anak wajib sekolah. Karena itu, Pemkot menghadirkan RSSG dan memberikan beasiswa kuliah sebanyak 200 kuota tiap tahunnya, serta bantuan sosial pendidikan bagi siswa terdaftar di DTKS,” papar Hamzah.

Lebih lanjut, Ia menjelaskan, saat ini terdapat 49 sekolah RSSG di Depok yang bisa dimanfaatkan warga. Selain itu, Wali Kota Depok Supian Suri juga menyiapkan program unggulan lainnya, termasuk keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk rumah dengan NJOP di bawah Rp200 juta.

Hamzah juga mengingatkan pentingnya pembaruan data kependudukan, khususnya Kartu Keluarga (KK), yang berkaitan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kecamatan Tapos.

“Saya harap masyarakat bisa membantu dalam pembaruan KK agar IPM Tapos naik, sehingga pembangunan di wilayah kita tidak tertinggal,” tuturnya.

Menutup kegiatan reses, Hamzah menegaskan bahwa jabatan anggota dewan bukan sekadar posisi politik, melainkan amanah untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.

“Reses ini bukan acara seremonial. Ini wadah untuk menyerap aspirasi dan menjadikannya dasar perencanaan pembangunan. Saya ingin Depok ini semakin baik. Kalau kita punya jabatan tapi tidak bermanfaat buat orang lain, itu yang rugi. Jadi mari kita sama-sama berbuat, mulai dari lingkungan kita sendiri. Drainase RW 07 ini harus tuntas,” tutup Hamzah. (el’s)