Depok | Sketsa-online.com – Ketua Komisi B DPRD Kota Depok, Hamzah, menyatakan dukungan penuh terhadap program pendidikan nonformal Paket A, B, dan C yang saat ini tengah dikembangkan oleh Dinas Pendidikan Kota Depok.
Program tersebut tidak hanya memberikan akses pendidikan gratis bagi anak-anak yang putus sekolah, tetapi juga dirancang untuk membekali peserta dengan pelatihan kerja serta keterampilan berwirausaha.
“Kita harus mendukung program seperti ini karena tujuannya sangat mulia, yaitu untuk masa depan anak-anak Depok. Jangan sampai ada lagi yang putus sekolah dan kesulitan mendapatkan pekerjaan,” ujar Hamzah, politisi dari Partai Gerindra.
Program unggulan ini dipaparkan oleh Indra Jaya Tobing dari Dinas Pendidikan Kota Depok. Menurutnya, program Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA) kini dikembangkan melalui kolaborasi lintas dinas.
Dinas Tenaga Kerja akan terlibat dalam memberikan pelatihan dan penempatan kerja, sedangkan Dinas Koperasi dan UMKM mendukung pelatihan kewirausahaan hingga ke tahap pemasaran produk.
“Kami tidak ingin ada warga Depok yang terhambat pendidikannya karena alasan biaya atau usia. Program ini menjamin pendidikan gratis tanpa batasan usia,” jelas Indra dalam konferensi pers di Media Center DPRD Kota Depok.
Saat ini, program telah berjalan sebagai proyek percontohan di lima wilayah. Kecamatan Pancoran Mas menjadi pusat layanan untuk warga Cipayung dan Beji. Sementara itu, Bojongsari, Limo, dan Cinere terintegrasi dalam wilayah layanan Sawangan. Kecamatan Tapos diarahkan ke Cilodong, sedangkan Sukmajaya dan Cimanggis telah lebih dahulu menjalankan program ini.
Lebih lanjut, Indra menambahkan bahwa program ini bukan hal baru, namun kini dilengkapi dengan sejumlah pembaruan penting, seperti pembentukan dewan penyantun dan dukungan eksternal.
Sejumlah BUMN dan BUMD, seperti PLN, Telkom, Bank BJB, dan PDAM, turut mendukung melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR).
“Dengan adanya dewan penyantun, pembiayaan program ini tidak hanya mengandalkan APBD, tetapi juga diperkuat oleh mitra strategis,” imbuhnya.
Sebagai informasi, program pendidikan nonformal ini juga mendapatkan respons positif dari Gubernur Jawa Barat serta Komisi X DPR RI. Dinas Pendidikan Kota Depok pun telah menjalin komunikasi intensif dengan Kementerian Pendidikan, guna memperkuat pelaksanaan program pendidikan inklusif dari jenjang PAUD hingga Paket C. (el’s)
