Dari Buku untuk Bangsa: Depok Lahirkan Duta Baca Inspiratif

Depok | Sketsa-online.com – Pemerintah Kota Depok melalui Dinas Kearsipan dan Perpustakaan resmi menggelar Grand Final Pemilihan Duta Baca Kota Depok Tahun 2025, Sabtu (14/6).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penguatan budaya literasi di tengah masyarakat, sekaligus mendorong lahirnya agen perubahan di bidang literasi.

Acara tersebut dibuka oleh Staff Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan, Agung Sugih Arti, M.Si., yang hadir mewakili Wali Kota Depok, Supian Suri.

Sejumlah tokoh dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) turut hadir, seperti DP3AP2KB, Bappeda, BPKAD, Dinas Komunikasi dan Informatika, unsur PKK Kota Depok, serta komunitas literasi dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Depok menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak April 2025 melalui proses seleksi yang melibatkan perwakilan dari seluruh kecamatan.

“Walaupun jumlah pendaftar belum banyak, kolaborasi dengan berbagai pihak membuat proses seleksi berjalan merata dan menjangkau seluruh wilayah,” ujarnya.

Lebih dari sekadar ajang pemilihan figur publik, Pemilihan Duta Baca bertujuan mencari sosok inspiratif yang mampu menjadi panutan dalam mengembangkan budaya literasi, baik di sekolah, komunitas, maupun lingkungan keluarga.

“Kami ingin Duta Baca bukan hanya mampu berbicara tentang buku, tetapi juga hadir langsung di masyarakat sebagai penggerak gerakan literasi,” tambahnya.

Agung Sugih Arti dalam sambutannya menekankan pentingnya sinergi antarsektor dalam mendukung pembangunan literasi yang berkelanjutan. Ia mengakui bahwa literasi merupakan bagian dari pelayanan dasar, tetapi masih menghadapi keterbatasan dalam hal pendanaan.

“Literasi adalah fondasi utama pembangunan daerah karena berkaitan langsung dengan kualitas pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. Sayangnya, anggaran yang tersedia masih terbatas, sehingga perlu gotong royong dari berbagai elemen,” ungkapnya.

Berdasarkan data terbaru, Indeks Pembangunan Literasi Daerah (IPLD) Kota Depok pada 2024 mencapai angka 81, yang menunjukkan bahwa fasilitas literasi dinilai cukup memadai.

Meski demikian, tantangan ke depan adalah memastikan agar seluruh lapisan masyarakat dapat mengakses dan merasakan manfaat program literasi secara langsung.

Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari komunitas dan sponsor luar daerah, seperti Bukalapak Kabupaten Bandung, Bukalapak Bogor, Komunitas Pustaka Literasi Digital (KPLD), serta Perak Semarang.

Kehadiran mereka dinilai turut memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong dalam menyebarluaskan gerakan literasi.

Salah satu pesan penting yang diangkat dalam kegiatan ini adalah perlunya penyediaan bahan bacaan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat, khususnya generasi muda yang kini lebih banyak mengakses informasi melalui media digital.

“Kita tidak bisa menolak era digital, tapi kita bisa mengarahkan. Duta Baca harus bisa menjadi penuntun bagi anak-anak dan remaja untuk memilih bacaan yang membentuk karakter dan wawasan,” ucap Agung saat menutup acara.

Grand Final ini menjadi simbol komitmen Pemerintah Kota Depok untuk terus mendorong literasi sebagai bagian dari peradaban yang bermartabat dan berdaya saing. (el’s)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *