Depok | Sketsa-online.com – Komisi D DPRD Kota Depok menyoroti sejumlah infrastruktur sekolah. Selain itu, sarana dan prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar juga menjadi pembahasan rapat Renja Pemerintah Kota Depok bersama DPRD.
Sekretaris Komisi D DPRD Kota Depok, Siswanto, S.H menyampaikan pada Sabtu (15/3/2025) tentang pentingnya perhatian prioritas pemerintah terhadap sarana pendidikan.
“Perlu perhatian khusus terhadap infrastruktur sekolah, kasus sekolah ambruk di Sukmajaya sudah pernah terjadi. Nah ini bagaimana sekarang tahapan pembangunannya, kemudian sampai sejauh mana untuk efektifitas kegiatan belajar mengajar disekolah yang ambruk tersebut,” ucap Siswanto.
“Semestinya pembangunan atau merenovasi sekolah sekolah kemarin yang rusak sedang sampai berat itu harus menjadi skala prioritas pemerintahan Pak Supian-Chandra dan perlu dibenahi,” sambungnya.
“Tadi sudah disebutkan Walikota mengatakan atau mengidentifikasi pola yang bangunannya rusak ringan, kemudian ada puluhan yang kerusakan sedang, dan belasan sekolah yang rusak berat.
Nah padahal di Renja sebelumnya saya menanyakan itu, apa visi utama dari Dinas Pendidikan untuk memperbaiki kualitas pendidikan di Kota Depok,” tambah Siswanto.
Pada saat itu tidak terjawab, ada sekolah yang perlu direnovasi kemudian tidak dianggarkan, tidak menjadi perhatian utama dari Dinas Pendidikan.
Menurutnya, ia satu pikiran dengan Pak Walikota, ini harus menjadi atau mendapat perhatian khusus, terkait dengan sekolah sekolah yang mengalami kerusakan-kerusakan itu tadi.
“Karena kemarin di renja pertanyaan dari Komisi D tidak terjawab oleh Dinas Pendidikan, maka ini akan kita sampaikan ulang, kita penetrasi ulang di rapat dengan TAPD, karena ini terkait dengan masalah penganggaran di tahun 2026, bagaimana ada anggaran untuk memperbaiki atau merenovasi sekolah sekolah yang rusak,” bebernya.
Masih Siswanto, di rapat sosialisasi dengan TAPD, sinkronisasi anggaran, khusus di Pendidikan ini harus teralokasikan. Ia akan berupaya mendorong untuk ada alokasi anggaran untuk renovasi bakal bakal Pendidikan yang disebutkan tadi mengalami kerusakan.
“Saya siap memperjuangkan karena selain saya di Komisi D sekarang, ini juga menjadi treatmarknya Depok bahwa sekolahan di Kota Depok ini belum maksimal terkait dengan mutu terutama sarana dan prasarana.
Kenapa bisa begitu, karena masih ada insiden sekolah ambruk di Kota Depok.
Jangan sampai nanti ada lagi sekolah sekolah yang ambruk lainnya,” pungkasnya. (el’s)
