Depok | Sketsa-online.com– Komunitas Kampung Kita Depok (K3D) bekerja sama dengan Kodim 0508 Depok merumuskan langkah strategis menghadapi tantangan global terkait krisis pangan dan kesulitan ekonomi. Program ini diarahkan untuk mengantisipasi Ancaman, Tantangan, Hambatan, dan Gangguan (ATHG) yang dapat memengaruhi swasembada pangan di tingkat nasional maupun daerah, khususnya di Kota Depok.
Penasihat K3D, Sungkowo Pudjodinom yang akrab disapa Pakde Bowo mengungkapkan bahwa pihaknya memanfaatkan “lahan tidur” milik Kementerian PUPR RI di sekitar Jalan Raya Juanda, Kota Depok. Lahan tersebut diolah menjadi area produktif yang mampu mendukung ketahanan pangan masyarakat perkotaan.
Pakde Bowo menegaskan bahwa tahun 2025 diprediksi menghadapi fenomena iklim ekstrem berupa pemanasan global yang lebih parah dibanding El Nino tahun 2024. “Fenomena ini dapat menyebabkan kelangkaan produksi bahan pokok pangan (BPP) di berbagai wilayah, termasuk Depok,” ujarnya saat terkonfirmasi, Kamis (16/1/2025).
Mengenai Inovasi Smart Farming sebagai solusi
untuk mengatasi dampak tersebut, Pakde Bowo mengembangkan metode tanam cerdas (smart farming) yang memanfaatkan panas ekstrem sebagai sumber energi untuk menyiram tanaman secara otomatis. “Sistem ini telah berhasil diaplikasikan pada tanaman bawang dan cabai, menghasilkan panen berkualitas tinggi meski di lahan terbatas,” jelasnya.
Adapun hasil panen tersebut telah beberapa kali dirasakan bersama jajaran Kodim 0508 Depok, bahkan sempat dihadiri tokoh nasional seperti Menteri AHY dan jajaran Polresta Metro Depok. Pakde Bowo menambahkan bahwa inovasi ini dirancang sebagai solusi untuk membantu warga mengatasi kelangkaan pangan dan harga yang tidak terjangkau.
Semangat Sosial dan Dedikasi Pakde Bowo
Sebagai anggota Kadin Depok dan alumni Perguruan Tinggi Muhammadiyah Yogyakarta, Pakde Bowo mengaku bahwa langkah ini murni dilakukan atas dasar niat ibadah. “Saya pernah merasakan sulitnya hidup, sehingga bertekad membantu warga Depok untuk mempersiapkan diri menghadapi tantangan global ini,” katanya.
Ia juga mengutip sejumlah kajian ilmuwan yang menunjukkan bukti nyata bahwa aktivitas manusia telah memperburuk pemanasan global. “Tanda-tanda seperti matinya terumbu karang, badai yang semakin intens, dan asap kebakaran hutan sudah menjadi alarm serius bagi kita semua,” tegasnya.
Ajakan untuk Pemimpin kota Depok
di akhir wawancara, Pakde Bowo berharap agar Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok terpilih, Supian Suri dan Chandra Rahmansyah, dapat mempercepat program swasembada pangan. “Saya berharap mereka dapat memperluas implementasi smart farming ini ke berbagai lahan tidur lainnya agar Depok menjadi kota yang mandiri secara pangan dan warganya hidup sejahtera,” pungkasnya.
Ia berharap dengan upaya ini, diharapkan Kota Depok mampu menjawab tantangan global sekaligus mengentaskan kemiskinan melalui solusi inovatif berbasis teknologi dan pemberdayaan masyarakat. (el’s)
