Depok | Sketsa-Online.com – Anggota DPRD Kota Depok Gerry Wahyu Riyanto, dari Partai Gerindra fokus terhadap penanganan sampah yang selama ini menjadi polemik di Kota Depok.
Saat acara syukuran atas pelantikannya menjadi anggota DPRD Kota Depok, yang diadakan di Pemancingan Laguna 1, Cilangkap, Tapos pada Selasa (04/08/24) ia mengulas tentang permasalahan sampah di Kota Depok.
“Terkait masalah sampah yang sangat pelik di Kota Depok, sebenarnya masyarakat Depok harus meningkatkan kesadaran akan masalah sampah, dibuat swadaya yang mana untuk meminimalisir permasalahan sampah”, ujarnya.
Lebih lanjut diterangkannya, salah satu contoh yaitu kesadaran tentang memilah jenis sampah, didukung dengan pemerintah yang harus hadir untuk memberikan fasilitas serta memberikan akses swadaya masyarakat yang perduli kepada sampah.
“Nah ini kan belum ada perhatian terkait dengan masyarakat atau swadaya ditengah-tengah masyarakat yang mengelola pengelolaan sampah,” jelasnya.
Menurut Gerry, harus ada kolaborasi antar masyarakat dengan pemerintah.
Kolaborasi yang baik dan harus terintegrasi dengan regulasi, pastinya terkait dengan sampah.
Untuk prioritas kerja selama 5 tahun ini Gerry mengatakan, pasti mencari solusi permasalahan permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat Kota Depok.
“Kita akan mencari solusi, saya yakin selama 5 tahun dapat mengabdikan untuk kemaslahatan masyarakat, tentu juga dengan mematuhi aturan-aturan yang berlaku baik dari Partai Politik pengusung kita,” paparnya.
Gerry juga menyampaikan bahwa ia telah membeli alat untuk mengurai sampah dan menghimbau serta mengajak masyarakat untuk memungut sampah.
“Saya sudah membeli alat itu dengan menggunakan biaya pribadi, bukan APBD.
Saya merasa bersemangat dan saya belajar dari Kang Dedi Mulyadi,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, pengolahan sampah yakni dengan menggunakan alat pengurai. Saya belajar di Banyumas, Insyaalloh alat itu akan beroperasi di bulan Oktober tahun 2024,” jelasnya.
Ditambahkannya, alat pengurai sampah itu tidak jauh beda dengan alat yang ada di Banyumas.
Outputnya itu akan tanpa asap, dan menjadi seperti paving blok .
Lalu untuk organik itu akan diurai pada ikan dan magot.
“Intinya sampah residu bisa hilang, nanti sistem kerjanya lebih lanjut akan saya jelaskan. Insyaalloh pada bulan Oktober”, ucapnya.
Gerry juga menyampaikan tentang penilaian nya. Sejauh ini terkait masalah sampah menurut Gerry itu bukan menjadi solusi tapi hanya memindahkan masalah.
“Contohnya sampah dari Tapos dibawa ke Cipayung. Hal tersebut hanya memindahkan masalah.
Seharusnya sampah itu bukan dipindahkan tetapi dimusnahkan.
Harus mempunyai pola seperti itu sebagai solusinya. Hal ini yang harus dibuat oleh Pemerintah Kota Depok ini,” tegasnya.
“Dan harus dibuka kepada publik APBD yang diperuntukkan kesana (Sampah Nambo) itu berapa dan apakah itu efektif atau tidak? Efisiensi atau tidak?” pungkasnya menutup.
Di acara tersebut ia menyampaikan terimakasih kepada semua, juga kepada Kang Dedi, untuk keperdulian dari Kang Dedi Mulyadi salah satu pimpinan di partai Gerindra, datang diacara syukuran ini.
Dalam kesempatan yang sama, dirinya juga menyampaikan keyakinannya bahwa Dedi Mulyadi akan menang dalam Pilgub Jawa Barat. (el’s)
